Wednesday, December 24, 2008

Anatomi Fisiologi Sistem kardiovaskuler


JANTUNG

STRUKTUR JANTUNG
• Panjang ± 12 cm
• Lebar ± 9 cm
• Berat jantung laki-laki dewasa ± 250-390 gram
• Berat jantung wanita dewasa ± 200-275 gram

LOKASI JANTUNG
• Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada
• Bagian ujung disebut apex (ICS 4 atau 5 Mid klavikularis)
• Apex terbentang kearah depan, bawah dan kiri
• Apex memiliki kemampuan untuk bergerak terutama saat jantung berkontraksi dan relaksasi. sedangkan bagian pangkal/dasar tidak karena terikat dengan pembuluh pembuluh darah besar
ANATOMI JANTUNG
Pembungkus jantung
Selaput-selaput yang mengitari jantung disebut perikardium yang terdiri atas dua lapisan:
1. Perikardium parietalis ( lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru)
2. Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut epikardium)
Diantara lapisan perikardium tersebut terdapat sedikit cairan pelumas yang berfungsi untuk mnegurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung saat memompa. Cairan tersebut disebut dengan cairan perikardium

Dinding jantung
Dinding jatung terdiri dari 3 lapisan:
1. Lapisan luar (epikardium/perikardium visceralis)
2. Lapisan tengah (lapisan otot, miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)

Ruang-Ruang jantung
1. Atrium: Atrium kanan dan atrium kiri
2. Ventrikel: Ventrikel kanan dan ventrikel kiri

Atrium: Atrium Kanan berfungsi sebagai penampung darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah mengalir dari vena kava superior dan inferior serta sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Darah lalu dipompakan ke ventrikel kanan. Atrium Kiri: Menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru melalui 4 buah vena pulmonalils. Lelau darah mengalir ke ventrikel kiri

Ventrikel : Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinae. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, ventrikel kiri meneima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.








Katup-katup jantung
1. Katup Atrioventrikuler
Katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan memiliki tiga buah daun katup yang disebut katup tricuspid dan katup yang terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup disebut katup mitral. Katup atrioventrikuler memungnkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolik ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi).
2. Katup Semilunar
Katup semilunar terdiri atas katup pulmonal yang terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan arteri pulmonalis dengan ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup semilunar memiliki bentuk yang sama, terdiri dari 3 daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut.
Adanya katup semilunar memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel dan mencegah aliran balik waktu diastol ventrikel. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan didalam pembuluh-pembuluh arteri. Dibagian atas daun katup aorta terdapat tiga buah penonjolan dinding aorta yang disebut “sinus valsalva”. Muara arteri koronaria terdapat pada tonjolan-tonjoilan tersebut. Sinus-sinus melindungi muara koroner dari penyumbatan oleh daun katup pada waktu aorta terbuka.


SUPLAI DARAH PADA JANTUNG
Otot jantung memerlukan lebih banyak oksigen dibandingkan organ lain kecuali otak. Jantung menerima suplai darah dari pembuluh darah sirkulasi koroner. Arteri Koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koroner kanan dan kiri


Arteri Koroner Kiri
LMCA (Left Main Coronary Artery) mempunyai 2 cabang besar yaitu :
Ramus desenden anterior (Left Anterior desenden, LAD)
Ramus sirkumpleks (Left Circumflex, LCx)
Arteri koronaria kiri melingkari jantung dlam dua lekuk:
1. Sulkus atrioventrikuler: mellingkari jantung antara atrium dan ventrikel
2. Sulkus interventrikuler: yang memishkan kedua ventrikel
Pertemuan kedua lekkuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang disebut Kruks jantung dimana terdapat Nodus Atrioventrikuler dan pembuluh darah yang melewatinya memasok nutrisi untuk AVN
Ramus sirkumfleks berjalan disisi kiri jantung di sulkus atrioventrikuler kiri . Ramus sirkumfleks memberi nutrisi pada atrium kiri dan dinsing samping serta bawah ventrikel kiri. Ramus desenden anterior memberi nutrisi pada dinding depan ventrikel kiri. Ramus desenden anterior terdapat disebelah depan kiri dan turun kebagian bawah permukaan jantung melalui sulkus interventrikuler sebelah depan lalu melewati apeks jantung dampai dengan kebagian distal bersatu dengan cabang arteri koroner kanan

Arteri Koroner Kanan
Berjalan disisi kanan jantung pada sulkus atrioventrikuler kanan. Pada dasarnya memberi nutrisi pada atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri. Meskipun Nodus SA letaknya di atrium kanan tetapi hanya 55% kebutuhan nutrisinya dipasok oleh arteri koronaria kanan sedangkan42% lainnya dipasok oleh cabang-cabang arteri sirkumfleks kiri. Nutrisi NAV: 90% dari arteri koroner kanan dan 10% dari arteri sirkumfleks.

Secara skematik suplai darah ke jantung dari arteri-arteri yang memperdarahinya dapat dilihat pada bagan berikut ini:

















Vena Jantung
1. Vena Tebesian: merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan sebagain darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan
2. Vena Kardiaka anterior: mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian besar besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan
3. Sinus Koronarius dan cabangnya merupakan sistim vena yang paling besar dan paling penting. Berfungsi menyalurkan pengemballian darah vena miokard ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronarius yang bermuara di samping vena kava inferior.

PERSYARAFAN PADA JANTUNG
Efektivitas pompa jantung terutama dikendalikan oleh saraf simpatis dan parasimpatis(vagus). Perangsangan simpatis yang kuat dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan kontraksi otot jantung sehingga meningkatkan cardiac output. Perangsangan parasimpatis yang kuat pada jantung dapat menurunkan denyut jantung bahkan menghentikannya pada beberapa detik dan menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung.



FISIOLOGI JANTUNG
Jantung memiliki dua peranan:
1. Menerima darah yang kurang oksigen dari seluruh tubuh dan mengirimnya ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen
2. Memompakan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
Sturktur dan metabolisme otot jantung
Otot jantung memiliki banyak mitokondria yan menyediakan energi yang terus menerus untuk kerja jantung yan cukup berat. Otot jantung juga memiliki myoglobin yang merupakan pigmen otot yang memiliki kandungan oksigen yang cukup tinggi. Ketersediaan cadangan oksigen dalam otot jantung sangat penting karena jantung akan berhenti berdenyut jika tidak terdapat cadangan oksigen.

Elektrofisiologi sel-sel otot jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membran sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membran tersebut. Dengan masuknya ion-ion ini,maka muatan listrik sepanjang membran mengalami perubahan yang relatif. Terdapat 3 ion yange mempunyai fungsi penting dalam elektrofisiologi sel yuaitu: K+, Na+ dan Ca+. Kalium lebih banyak terdapat dalam sel, sedangkan Natrium dan Kalsium diluar. Perpindahan ion Khlor juga terjadi pada sel-sel otot jantung.
Dalam keadaan istirahat sel-sel otot jantung mempunyai muatan positif dibagian luar sel dan muatan negatif dibagian dalam sel, ini dapat dibuktikan dengan Galvanometer. Perbedaan muatan antara bagian luar dan bagian dalam sel disebut “resting membrane potential”. Bila sel dirangsang, akan terjadi perubahan muatan. Aksi potensial pada jantungg dapat disebabkan oleh rangsangan listrika, kimia, mekanik, dan termis. Penyebab-penyebab tersebut diatas akan mengakibatkan perubahan permeabilitas membran terhadap ion-ion. Aksi potensial dibagi atas lima fase sesuai dengan elektrofisiologi yang terjadi, yaitu:
1. Potensial membran istirahat otot jantung sekitar -90 mVolt
2. Depolarisasi pada jantung dihasilkan dari perpindahan sejumlah besar natrium kedalam sel (30 mVolt)
3. Fase repolarisasi awal akibat dari pergerakan ion Cl (bermuatan negatif) ke dalam sel setelah depolarisasi (20 mVolt)
4. Fase Plateau pada otot jantung lebih lama daripada otot lain dan syaraf. Otot jantung juga memiliki masa refrakter yaitu saat dimana dia tidak berespon dengan stimulus sampai dengan potensial aksi selesai. Selama fase ini tidak ada perubahan muatan listrik.

Terdapat keseimbangan antara ion positif yang masuk dan keluar. Yang menyebabkan fase ini adalah masuknya Ca++ dan Na+ kedalam sel secara perlahan-lahan yang diimbangi dengan keluarnya K+ dari dalam sel. Masa Plateau bermanfaat untuk pengisian kembali darah pada jantung dan memastikan bahwa tidak ada denyut tambahan yang terjadi selama impuls listrik berjalan di jantung.
5. Repolarisasi. Pada masa ini muatan Ca++ dan Na+ berangsur-angsur tidak mengalir lagi dan permeabilitas terhadap K+ sangat tinggi sehingga K+ keluar dengan cepat. Akibatnya muatan positif dalam sela sangat berkurang sehingga muatan dalam sel relatif negatif dan muatan diluar sel menjadi relatif positif.
Secara skematik penjelesan tentang kelistrikan jantung tersebut dapat di ilistrasikan pada gambar berikut ini:


Sistem Konduksi/Hantaran
Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus, yaitu:
1. Otomatisasi – kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan
2. Irama – pembentukan impuls yang teratur
3. Daya konduksi-kemampuan untuk menyalurkan impuls
4. Daya rangsang-kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang

Berdasarkan sifat-sifat tersebut diatas, maka secara spontan dan teratur jantung akan menghasilkan impuls-impuls yang disalurkan melalui sistem hantar untuk merangsang otot jantung dan bisa menimbulkan kontraksi otot. Perjalanan impuls dimulai dari nodus SA, nodus AV, sampai ke sersbut purkinye

Nodus SA
Disebut pemacu alami karena secara teratur mengeluarkan aliran listrik/impuls yang kemudian menggerakkan jantung secara otomatis. Pada keadaan normal impuls yang dikeluarkan frekuensinya 60-100 kali /menit. Nodus SA dapat menghasilkan impuls karena adanya sel-sel “pacemaker” yang mengeluarkan impuls secar otomatis. Sel ini dipengaruhi oleh syaraf simpatis dan parasimpatis. Bila seseoang dalam keadaan marah maka rangsangan syaraf simpatis meningkat dan syaraf parasimpatis menurun, berakibat dengan takhikardi. “valsava manuver” menyebabkan rangsangan dan para-simpatis meningkat sehingga mengakibatkan bradikardia. Nodus SA terletak di dekat muara vena kava superior

Traktus internodal
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke nodus AV. Traktus internodal terdiri dari:
- Jalur Anterior
- Jalur Middle
- Jalur Posterior

“BRACHMAN Bundle”
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke atrium kiri

Nodus AV
Letaknya didalam dinding septum (sekat) atrium sebelah kanan, tepat diatas katup trikuspid dekat muara sinus koronarius. Mempunyai dua fungsi yang penting:
- Impuls jantung ditahan disini selama 0,08-0,12 detik, untuk memungkinkan pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi
- Mengatur jumlah impuls atrium yang mencapai ventrikel
Nodus AV dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 40-60 kali/menit

“Bundle of HIS”
Berfungsi menghantarkan impuls dari nodus AV ke sistem “branch bundle”.

Sistim “Bundle Branch”
Merupakan lanjutan dari “bundle of Hiss” yang bercabang menjadi dua yaitu:
a. “Righat bundle branch” (RBB/cabang kanan): mengirim impuls ke otot jantung ventrikel kanan
b. “Left bundle branch” (LBB/cabang kiri), yang terbagi dua yakni:
o Deviasi ke belakang (left posterior vesicle), menghantarkan, impuls ke endokard ventrikel kiri bagian posterior dan inferior.
o Deviasi ke depan (left anterior vesicle), menghantarkan impuls ke endokard ventrikal kiri bagian anterior dan superior

Sistem purkinye
Merupakan bagian ujung dari bundle branch. Menghantarkan/ mengirimkan impuls menuju lapisan sub-endokard pada kedua ventrikel Sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh kontraksi ventrikel. Sel-sel pacemaker di sub-endokard ventrikel dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 20-40 kali/menit. Pemacu-pemacu cadangan ini mempunyai fungsi sangat penting. Yakni untuk mencegah berhentinya denyut jantung pada waktu pemacu alami (nodus SA) tidak berfungsi.

Sistem konduksi pada jantung secara garis besar dapat dilihat pada gambar berikut ini.























Elektrokardiogram.
Elektrokardiogram (EKG) merekam Frekuensi dan perjalanan listrik dari nodus SA sampai dengan serabut purkinye. EKG merupakan alat diagnostik yang cukup efektif dalam mengetahui fungsi jantung. EKG dapat melihat: Gangguan irama, Pembesaran atrium maupun ventrikel, adanyakerusakan myokard, perubahan kadar ion-ion yang abnormal.



















Gelombang P menggambarkan depolarisasi Atrium
P-R Interval menggambarkan waktu antara mulai depolarisasi atrium dan waktu mulai depolarisasi ventrikel.
P-R Segmen menggambarkan depolarisasi atrium dan penghantaran melalui nodus AV.
QRS Kompleks menggambarkan depolarisasi Ventrikel
S-T Segmen menggambarkan akhir depolarisasi ventrikel sampai permulaan repolarisasi vebtrikel
Gelombang T menggambarkan Repolarisasi Ventrikel
S-T Interval menggambarkan Interval antara akhir depolarisasi dan akhir repolarisasi ventrikel.
Q-T Interval menggambarkan waktu depolarisasi ventrikel sampai dengan repolarisasi ventrikel
Repolarisasi atrium bersamaan waktunya dengan depolarisasi ventrikel sehingga tidak tampak dalam EKG.


SIKLUS JANTUNG
Dalam siklus jantung terjadi sistol dan diastole. Sistol adalah Kontraksi atrium dan ventrikel sedangkan Diastol merupakan Relaksasi Atrium dan ventrikel. Saat Atrial sistol kedua atrium berkontraksi memompakan darah ke ventrikel dan saat Ventrikular sistol kedua ventrikel kontraksi memompakan darah ke arteri pulmonalis dan aorta. Selama Atrial Diastol (Relaksasi atrium), atrium terisi kembali oleh darah dari vena-vena besar dari tubuh dan selama Ventrikular Diastol (Relaksasi ventrikel, dimulai sebelum atrial sistol), ventrikel terisi darah dari atrium.
Secara skematik siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:



Depolarisasi menjalar keseluruh ventrikel

Ventrikel kontraksi
tekanan didalamnya meningkat melebihi tekanan atrium

Penutupan katup mitral dan trikuspid (bunyi jantung 1).







Tekanan ventrikel terus meningkat
melebihi tekanan aorta Dan arteri pulmonalis

katup aorta dan arteri pulmonalis terbuka

darah keluar dari ventrikel (fase ejeksi cepat)

tekanan dalam ventrikel menurun

Tekanan terus menurun dan lebih rendah dari tekanan
Aorta atau arteri pulmonalis

Katup semilunar menutup
(bunyi jantung 2)
darah dari vena pulmonal dan vena kava
mengisi kedua atrium

peningkatan tekanan atrium

katup trikuspid dan mitral terbuka

darah mengalir ke ventrikel secara cepat
(fase pengisian cepat)
makin lama makin lambat

berhenti
(tekanan atrium dan ventrikel sama)

kontraksi atrium
(Depolarisasi atrium)
sissa darah didalam atrium masuk ke ventrikel

Dengan menggunakan gambar siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:


FAKTOR PENENTU KERJA JANTUNG
Fungsi jantung dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling terkait dalam menentukan isi sekuncup (stroke volume) dan Curah jantung (Cardiac Output ):
1. Beban awal (preload)
2. Kontraktilitas
3. Beban Akhir (afterload)
4. Frekuensi jantung

Cardiac Output/ Curah Jantung
Curah jantung merupakan faktor utama yang perlu diperhitungkan dalam sirkulasi, karena curah jantung mempunyai peranan penting dalam transportasi darah. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan oleh oleh ventrikel dalam satu menit. Nilai normal pada orang dewasa sekitar 5 liter/menit. Pengaturan curah jantung tergantung dari dua variabel yaitu frekuensi jantung dan volume sekuncup

Isi/Volume Sekuncup
Isi atau volume sekuncup merupakan sejumlah darah yang dipompakan keluar dari masing-masing ventrikel setiap denyut jantung. Volume sekuncup tergantung dari 3 variabel: Beban awal, kontraktilitas, beban akhir.




PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah dalam system sirkulasi terdiri atas Arteri, Arteriol, Kapiler,
Venul dan Vena.



Arteri
Arteri berfungsi untuk transportasi dengan tekanan yang tinggi ke jaringan jaringan. Karena itu sistem arteri mempunyai dinding yang kuat, dan darah mengalir dengan cepat menuju jaringan. Dinding aorta dan arteri relatif mengandung banyak jaringan elastis. Dinding tersebut teregang waktu sistol dan mengadakan rekoil pada saat diastol.
Saluran pada pembuluh darah termasuk arteri disebut dengan lumen. Lumen arteri dikelilingi oleh lapisan tipis yang disebut dengan tunika. Tunika intima merupakan lapisan paling dalam, terdiri atas sel endotel, lapisan sub endotel merupakan jaringan ikat, dan lapisan paling luar merupakan serat elastis. Tunika Media merupakan lapisan setelah tunika intima, terutama terdiri atas jaringan ikat, sel otot polos dan jaringan elastis. Arteri yang lebih besar memiliki jaringan elastis yang lebih banyak dibandingkan dengan otot polos. Pada arteri yang lebih kecil jaringan elastis di tunika media digantikan oleh otot polos. Pada bagian paling luar terdapat Tunika Adventitia, terutama tersusun atas serabut kolagen dan jaringan elastis. Terdapat syaraf dan pembuluh limfe. Pada arteri yang lebih besar banyak mengandung pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.

Arteriol
Arteriol merupakan cabang-cabang paling ujung dari sistem arteri, berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran darah ke kapiler. Arteriol juga mempunyai dinding yang kuat. Arteriol mampu konstriksi/menyempit secara komplit atau dilatasi/melebar sampai beberapa kali ukuran normal, sehingga dapat mengatur aliran darah ke kapiler. Dinding arteriol mengandung sedikit jaringan elastis dan lebih banyak otot polos . Otot ini dipersarafi oleh serabut saraf kolinergik yang fungsinya vasodilatasi. Arteriol merupakan penentu utama resisten /tahanan aliran darah, perubahan kecil pada diameternya menyebabkan perubahan yang besar terhadap resistensi perifer

Kapiler
Kapiler berfungsi sebagai tempat pertukaran cairan dan nutrisi antara arah dan ruang intersitial. Untuk peran ini kapiler dilengkapi dinding yang sangat tipis dan permeabel terhadap subtansi-subtansi bermolekul halus.



Venul
Dinding venul hanya sedikit lebih tebal daripada dinding kapiler. Venul berfungsi menampung darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung kedalam vena yang lebih besar.

Vena
Vena berfungsi sebagai jalur transportasi darah dari jaringan kembali ke jantung. Karena tekanan dalam sistem vena rendah (0 – 5 mmHg),maka dinding vena tipis namun berotot dan ini memungkinkan vena berkontraksi sehingga mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menampung darah sesuai kebutuhan tubuh. Kebanyakan vena membawa darah yang kurang oksigen kecuali di beberapa tempat yaitu:
1. Empat buah vena pulmonal
2. Vena pada sistem portal hepatik
3. Sistem Portal Hipofisis
Vena memiliki tiga lapisan seperti pada arteri yaitu Tunika intima, media dan adventitia. Tunika media lebih tipis, mengandung lebih sedikit jaringan elastis, jaringan kolagen dan otot polos. Nutrisi disuplai dari vasa vasorum. Vena biasanya memiliki sepasang katup semilunar bikuspid yang memungkinkan darah mengalir hanya pada satu arah dan meminimalkan aliran balik darah. Tekanan darah pada vena rendah dan aliran darahnya dibantu oleh pompa dari otot disekitar vena (tekanan pada vena saat otot berkontraksi). Katup pada vena merupakan bentuk lipatan dari tunika intima. Banyak terdapat pada vena di kaki untuk mencegah gaya gravitasi yang menghambat pengembalian darah ke jantung. Tidak terdapat katup pada vena dengan diameter kurang dari 1 mm atau pada area dengan tekanan otot yang besar seperti pada rongga dada dan abdomen.

SIRKULASI DARAH
Pembuluh-pembuluh darah membentuk lingkaran sirkulasi. Sirkulasi darah didalam tubuh terdapat dua sirkuit yang utama yaitu: sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.

Sirkulasi Sistematik
1. Mengalirkan darah ke berbagai organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang

Pembuluh darah utama dalam sirkulasi sistemik
o Arteri utama adalah aorta dengan bagian pertama yang keluar dari ventrikel kiri adalah ascending aorta, yang melengkkung disebut dengan arkus aorta dan bagian yang turun ke aorta dan abdomen disebut dengan decending aorta.
o Vena besar yang memasuki atrium kanan adalah vena kava asuperior yang membawa darah dari tubuh bagian atas, vena kava inferior yang membawa darah dari ekstremitas bawah, pelvis dan abdomen.
o Sinus koronarius mengalirkan darah dari sirkulasi koroner.











































Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru-paru
2. Hanya berfungsi untuk paru-paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. Hanya sedikit mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatiknya pendek

Arteri dan Vena sirkulasi pulmonal
o Pembuluh darah utama dalam sistem sirkulasi ini adalah: Trunkus pulmonarius dan dua arteri pulmonal yang membawa darah yang belum teroksigenasi dari ventrikel kanan ke paru-paru
o Darah yang telah teroksigenasi kembali ke atrium kiri melalui 2 vena dari masing-masing paru




Sirkulasi Koroner
Efisiensi jantung sebagai pompa tergantung dari nutrisi dan oksigenasi yang cukup pada otot jantung. Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang-cabang intra-miokardial yang kecil-kecil

Aliran darah koroner meningkat pada:
o Aktifitas
o Denyut jantung
o Rangsang sistem syaraf simpatis

Sirkulasi Portal
1. Sistem portal hepatik: Membawa darah dari kapiler di intestinal ke hati
2. Sistem portal hipofisis: membawa darah dari hipotalamus ke hipofisis



Sirkulasi Serebral
Otak di perdarahi oleh empat arteri besar yaitu dua arteri vertebral dan dua arteri karotis interna. Darah dari arteri vertebra memperdarahi serebellum, batang otak, dan bagian posterior dari serebrum. Arteri karotis interna memperdarahi serebrum dan kedua mata.
Pengembalian darah dari otak melalui sinus venosus yang ada di duramater. Dari sinus venosus darah akan masuk ke vena jugularis interna lalu ke vena brachiocephalic dan ke vena kava superior.




Sirkulasi Di Kulit
Dilatasi dan kontriksi pemb. Darah dikulit memungkinkan pengaturan radiasi panas dari sistem integumen. Saat tubuh mengalami panas banyak darah yang dialirkan ke bagian permukaan dari kulit dan sebaliknya

Sirkulasi Di Otot Rangka
Otot diberikan nutrisi oleh darah dan darah juga membawa produk buangan baik saat otot beraktivitas maupun istirahat.. Kontrol utama dilakukan oleh vasodilator syaraf simpatis (kolinergik) yang menyebabkan pembuluh darah dilatasi dan meningkatkan aliran darah ketika dibutuhkan. Respon Autoregulasi oleh spinkter prekapiler yang berdilatasi dalam merespon penurunan kadar oksigen di otot otot yang aktif.


FISIOLOGI SIRKULASI
Prinsip Aliran darah
 Hemodinamik: pengaturan fisiologis dari aliran darah, tekanan dan tahanan dalam mempertahankan homeostasis
 Aliran darah: Sejumlah /volume darah yang melewati pembuluh darah dalam waktu tertentu.

Pertimbangan Biofisika
Hubungan antara aliran, tekanan dan tahanan:

Aliran Darah
Aliran melalui pembuluh darah ditentukan oleh dua faktor:
1. Perbedaan tekanan (ΔP=P1 – P2) merupakan penyebab terdorongnya darah melalui pembuluh.
2. Hambatan terhadap aliran darah sepanjang pembuluh, yang disebut “vascular resistance” atau tahanan pembuluh.

Beda tekanan antara dua ujung pembuluh menyebabkan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekenan rendah, sedangkan resistensi/tahanan menghambat aliran.
Perbedaan tekanan antara kedua ujung pembuluh menentukan kecepatan aliran, dan bukan tekanan absolut didalam pembuluh. Misalnya: jika tekanan pada kedua ujung pembuluh 100 mmHG, maka tidak akan ada aliran.
Aliran darah (blood flow) adalah sejumlah darah yang melalui suatu titik pada sirkulasi dalam suatu periode tertentu. Digunakan satuan ml/menit atau L/menit atau ml/detik. Aliran darah pada orang dewasa saat istirahat adalah 5 L/menit, yang disebut sebagai curah jantung (cardiac output). Ini merupakan jumlah darah yang dipompakan ventrikel jantung dalam 1 menit (jumlah darah yang melalui sirkulasi sistemik maupun pulmonal harus sama.

Tekanan Darah
Tekanan darah hampir selalu diukur dengan mmHg, yang telah dipakai sebagai standar referensi selama bertahun-tahun. Tekanan darah (blood pressure) adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk melewati setiap unit atau daerah dari dinding pembuluh darah. Bila seseorang mengatakan tekanan darahnya adalah 50 mmHg, maka tenaga yang dikeluarkan akan cukup mendorong merkuri dalam tabung setinggi 50 mm.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah:
1. Tekanan hidrostatik dan gaya gravitasi
2. Volume darah
3. Elastisitas pembuluh darah
4. Cardiac Output
5. Viskositas/kekentalan darah dan resistensi

Pengaturan Tekanan Darah
1. Pusat Vasomotor
2. Pusat Cardioregulator
3. Baroreseptor
4. Pusat yang lebih tinggi di otak, dan emosi
5. Hormon dan kimia
6. Kemoreseptor
7. Pengaturan oleh ginjal
8. Pertukaran cairan di kapiler

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka pendek:
1. Sistem Syaraf
a. Pusat Vasomotor
b. Refleks Baroreseptor
c. Refleks Kemoreseptor
d. Pengaruh pusat otak tertinggi

2. Kontrol Kimia
a. Hormon kelenjar adrenal: epinephrin dan norepinephrin
b. Hormon natriuretik atrium
c. Hormon ADH
d. Angiotensin II
e. Endothelium-derived factor
f. Nitric Oxide (NO) disebut juga dengan endothelium derived relaxing factor (EDRF)
g. Alkohol
h. Kimia-kimia inflamasi

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka panjang oleh ginjal
Ginjal mempertahankan homeostatis tekanan darah dengan meregulasi volume darah dengan mempertahankannya kira-kira sekitar 5 L. Volume darah merupakan faktor penentu utama dari curah jantung. Mempengaruhi tekanan vena, aliran balik, volume akhir diastol dan isi sekuncup. Peningkatan volume darah diikuti dengan peningkatan tekanan darah dan sebaliknya. Peningkatan volume darah serta tekanan darah merangsang ginjal untuk mengeluarkan cairan.
Pengaturan ginjal bersifat langsung dan tidak langsung dalam mengatur tekanan darah. Mekanisme langsung adalah dengan mempengaruhi volume darah (saat vollume/tekanan darah meningkat, filtrasi di glomerulus dipercepat). Mekanisme tidak langsung adalah dengan mekanisme Renin Angiotensin . Saat tekanan arteri menurun ginjal mengeluarkan renin

Pengaturan tekanan vena
Aliran balik darah ke jantung ditentukan oleh 5 faktor utama:
1. Tekanan arteri
2. Tekanan atrium kanan
3. Resistensi aliran darah didalam pembuluh darah
4. Pompa vena
5. Tekanan hidrostatik

Resistensi terhadap aliran Darah
Tahanan/resistensi adalah hambatan terhadap aliran darah dalam suatu pembuluh, yang tidak dapat diukur secara langsung. Akan tetapi tahanan dapat diukur secara tidak langsung, bila besar aliran darah dan perbedaan tekanan dalam pembuluh darah diketahui. Jika beda tekanan antara dua titik adalah 1 mmHg dan alirannya 1 ml/detik maka besar tahanan/resistensi adalah 1pru (Pheriperal resistence unit). Kecepatan aliran darah melalui sistem sirkulasi saat istirahat mendekati 100ml/detik. Perbedaan tekanan antara arteri sistemik dan vena sistemik sekitar 100 mmHg. Jadi SVR (Systemic Vascular Resistence) = 100/100 = 1pru.
Pada tekanan dimana pembuluh-pembuluh darah diseluruh tubuh mengalami vasokontraksi, maka SVR meningkat sampai 4 pru. Bila pembuluh darah mengalami vasodilatasi hebat maka SVR dapat mengecil sampai 0,25 pru. Pada sistem pulmonal, tekanan pulmonal rata-rata (mean pulmonal arteri pressure-MAP) = 13 mmHg, dan tekanan atrium kiri rata-rata (mean left atrial pressure-LAP) = 4 mmHg. Perbedaan tekanan adalah 9 mmHg, maka PVR (Pulmonal Vascular Resistance) dalam keadaan istirahat adalah 0,09 pru.

Viskositas
Viskositas darah sebagian besar tergantung pada hematokrit (Ht), yitu presentase volum darah yang ditempati sel darah merah. Ini berarti pada penderita dengan Ht 40%, maka 40% dari volume darahnya merupakan sel-sel dan sisanya plasma. Ht normal untuk laki-laki ± 42%, sedangkan untuk wanita ± 38%. Makin banyak sel-sel didalam darah maka Ht semakin tinggi, dan semakin banyak gesekan yang terjadi antara berbagai lapisan darah. Viskositas meningkat drastis jika Ht meningkat. Selain Ht dan protein plasma, ada tiga faktor lain yang juga mempengaruhi viskositas darah pada pembuluh darah halus adalah:
1 Aliran pada pembuluh darah yang sangat halus menunjukkan pengaruh kekentalan yang kurang dibandingkan pada pembuluh darah besar. Pengaruh ini disebut “Fahreaus Linguist Effect”. Ini mulai tampak bila diameter pembuluh < 1,5mm, efek tersebut sangat nyata dan viskositas secara teoritis mungkin menjadi 0,5 daripada viskositas dipembuluh darah besar.Pengaruh “Fahreaus Linguist Effect” ini disebabkan oleh karena cara mengalir darah di dalam pembuluh yang halus.
2 Viskositas darah meningkat drastis bila kecepatan aliran darah menurun.
3 Sel-sel seringkali berhenti mengalir di pembuluh darah halus. Bila ini terjadi, aliran darah berhenti berhenti total untuk beberapa detik atau lebih akibatnya viskositas meningkat

Secara keseluruhan berdasarkan skematik peranan sistem kardiovaskuler dalam mengatur keseimbangan tubuh adalah sebagai berikut:









SIRKULASI DARAH JANIN

Darah janin dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis dan disini dimuat dengan bahan makanan yang berasal dari darah ibu. Darah ini masuk kedalam badan janin melalui vena umbilikalis yang bercabangdua setelah memasuki dinding perut janin. Cabang yang kecil bersatu dengan vena porta, darahnya beredar dalam hati dan kemudian diangkut melalui vena hepatika kedalam vena kava inferior. Cabang satunya adalah duktus venosus arantii yang langsung masuk kedalam vena kava inferior.

Anatomi Fisiologi Sistem kardiovaskuler


JANTUNG

STRUKTUR JANTUNG
• Panjang ± 12 cm
• Lebar ± 9 cm
• Berat jantung laki-laki dewasa ± 250-390 gram
• Berat jantung wanita dewasa ± 200-275 gram

LOKASI JANTUNG
• Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada
• Bagian ujung disebut apex (ICS 4 atau 5 Mid klavikularis)
• Apex terbentang kearah depan, bawah dan kiri
• Apex memiliki kemampuan untuk bergerak terutama saat jantung berkontraksi dan relaksasi. sedangkan bagian pangkal/dasar tidak karena terikat dengan pembuluh pembuluh darah besar
ANATOMI JANTUNG
Pembungkus jantung
Selaput-selaput yang mengitari jantung disebut perikardium yang terdiri atas dua lapisan:
1. Perikardium parietalis ( lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru)
2. Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut epikardium)
Diantara lapisan perikardium tersebut terdapat sedikit cairan pelumas yang berfungsi untuk mnegurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung saat memompa. Cairan tersebut disebut dengan cairan perikardium

Dinding jantung
Dinding jatung terdiri dari 3 lapisan:
1. Lapisan luar (epikardium/perikardium visceralis)
2. Lapisan tengah (lapisan otot, miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)

Ruang-Ruang jantung
1. Atrium: Atrium kanan dan atrium kiri
2. Ventrikel: Ventrikel kanan dan ventrikel kiri

Atrium: Atrium Kanan berfungsi sebagai penampung darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah mengalir dari vena kava superior dan inferior serta sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Darah lalu dipompakan ke ventrikel kanan. Atrium Kiri: Menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru melalui 4 buah vena pulmonalils. Lelau darah mengalir ke ventrikel kiri

Ventrikel : Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinae. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, ventrikel kiri meneima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.








Katup-katup jantung
1. Katup Atrioventrikuler
Katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan memiliki tiga buah daun katup yang disebut katup tricuspid dan katup yang terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup disebut katup mitral. Katup atrioventrikuler memungnkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolik ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi).
2. Katup Semilunar
Katup semilunar terdiri atas katup pulmonal yang terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan arteri pulmonalis dengan ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup semilunar memiliki bentuk yang sama, terdiri dari 3 daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut.
Adanya katup semilunar memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel dan mencegah aliran balik waktu diastol ventrikel. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan didalam pembuluh-pembuluh arteri. Dibagian atas daun katup aorta terdapat tiga buah penonjolan dinding aorta yang disebut “sinus valsalva”. Muara arteri koronaria terdapat pada tonjolan-tonjoilan tersebut. Sinus-sinus melindungi muara koroner dari penyumbatan oleh daun katup pada waktu aorta terbuka.


SUPLAI DARAH PADA JANTUNG
Otot jantung memerlukan lebih banyak oksigen dibandingkan organ lain kecuali otak. Jantung menerima suplai darah dari pembuluh darah sirkulasi koroner. Arteri Koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koroner kanan dan kiri


Arteri Koroner Kiri
LMCA (Left Main Coronary Artery) mempunyai 2 cabang besar yaitu :
Ramus desenden anterior (Left Anterior desenden, LAD)
Ramus sirkumpleks (Left Circumflex, LCx)
Arteri koronaria kiri melingkari jantung dlam dua lekuk:
1. Sulkus atrioventrikuler: mellingkari jantung antara atrium dan ventrikel
2. Sulkus interventrikuler: yang memishkan kedua ventrikel
Pertemuan kedua lekkuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang disebut Kruks jantung dimana terdapat Nodus Atrioventrikuler dan pembuluh darah yang melewatinya memasok nutrisi untuk AVN
Ramus sirkumfleks berjalan disisi kiri jantung di sulkus atrioventrikuler kiri . Ramus sirkumfleks memberi nutrisi pada atrium kiri dan dinsing samping serta bawah ventrikel kiri. Ramus desenden anterior memberi nutrisi pada dinding depan ventrikel kiri. Ramus desenden anterior terdapat disebelah depan kiri dan turun kebagian bawah permukaan jantung melalui sulkus interventrikuler sebelah depan lalu melewati apeks jantung dampai dengan kebagian distal bersatu dengan cabang arteri koroner kanan

Arteri Koroner Kanan
Berjalan disisi kanan jantung pada sulkus atrioventrikuler kanan. Pada dasarnya memberi nutrisi pada atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri. Meskipun Nodus SA letaknya di atrium kanan tetapi hanya 55% kebutuhan nutrisinya dipasok oleh arteri koronaria kanan sedangkan42% lainnya dipasok oleh cabang-cabang arteri sirkumfleks kiri. Nutrisi NAV: 90% dari arteri koroner kanan dan 10% dari arteri sirkumfleks.

Secara skematik suplai darah ke jantung dari arteri-arteri yang memperdarahinya dapat dilihat pada bagan berikut ini:

















Vena Jantung
1. Vena Tebesian: merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan sebagain darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan
2. Vena Kardiaka anterior: mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian besar besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan
3. Sinus Koronarius dan cabangnya merupakan sistim vena yang paling besar dan paling penting. Berfungsi menyalurkan pengemballian darah vena miokard ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronarius yang bermuara di samping vena kava inferior.

PERSYARAFAN PADA JANTUNG
Efektivitas pompa jantung terutama dikendalikan oleh saraf simpatis dan parasimpatis(vagus). Perangsangan simpatis yang kuat dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan kontraksi otot jantung sehingga meningkatkan cardiac output. Perangsangan parasimpatis yang kuat pada jantung dapat menurunkan denyut jantung bahkan menghentikannya pada beberapa detik dan menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung.



FISIOLOGI JANTUNG
Jantung memiliki dua peranan:
1. Menerima darah yang kurang oksigen dari seluruh tubuh dan mengirimnya ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen
2. Memompakan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
Sturktur dan metabolisme otot jantung
Otot jantung memiliki banyak mitokondria yan menyediakan energi yang terus menerus untuk kerja jantung yan cukup berat. Otot jantung juga memiliki myoglobin yang merupakan pigmen otot yang memiliki kandungan oksigen yang cukup tinggi. Ketersediaan cadangan oksigen dalam otot jantung sangat penting karena jantung akan berhenti berdenyut jika tidak terdapat cadangan oksigen.

Elektrofisiologi sel-sel otot jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membran sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membran tersebut. Dengan masuknya ion-ion ini,maka muatan listrik sepanjang membran mengalami perubahan yang relatif. Terdapat 3 ion yange mempunyai fungsi penting dalam elektrofisiologi sel yuaitu: K+, Na+ dan Ca+. Kalium lebih banyak terdapat dalam sel, sedangkan Natrium dan Kalsium diluar. Perpindahan ion Khlor juga terjadi pada sel-sel otot jantung.
Dalam keadaan istirahat sel-sel otot jantung mempunyai muatan positif dibagian luar sel dan muatan negatif dibagian dalam sel, ini dapat dibuktikan dengan Galvanometer. Perbedaan muatan antara bagian luar dan bagian dalam sel disebut “resting membrane potential”. Bila sel dirangsang, akan terjadi perubahan muatan. Aksi potensial pada jantungg dapat disebabkan oleh rangsangan listrika, kimia, mekanik, dan termis. Penyebab-penyebab tersebut diatas akan mengakibatkan perubahan permeabilitas membran terhadap ion-ion. Aksi potensial dibagi atas lima fase sesuai dengan elektrofisiologi yang terjadi, yaitu:
1. Potensial membran istirahat otot jantung sekitar -90 mVolt
2. Depolarisasi pada jantung dihasilkan dari perpindahan sejumlah besar natrium kedalam sel (30 mVolt)
3. Fase repolarisasi awal akibat dari pergerakan ion Cl (bermuatan negatif) ke dalam sel setelah depolarisasi (20 mVolt)
4. Fase Plateau pada otot jantung lebih lama daripada otot lain dan syaraf. Otot jantung juga memiliki masa refrakter yaitu saat dimana dia tidak berespon dengan stimulus sampai dengan potensial aksi selesai. Selama fase ini tidak ada perubahan muatan listrik.

Terdapat keseimbangan antara ion positif yang masuk dan keluar. Yang menyebabkan fase ini adalah masuknya Ca++ dan Na+ kedalam sel secara perlahan-lahan yang diimbangi dengan keluarnya K+ dari dalam sel. Masa Plateau bermanfaat untuk pengisian kembali darah pada jantung dan memastikan bahwa tidak ada denyut tambahan yang terjadi selama impuls listrik berjalan di jantung.
5. Repolarisasi. Pada masa ini muatan Ca++ dan Na+ berangsur-angsur tidak mengalir lagi dan permeabilitas terhadap K+ sangat tinggi sehingga K+ keluar dengan cepat. Akibatnya muatan positif dalam sela sangat berkurang sehingga muatan dalam sel relatif negatif dan muatan diluar sel menjadi relatif positif.
Secara skematik penjelesan tentang kelistrikan jantung tersebut dapat di ilistrasikan pada gambar berikut ini:


Sistem Konduksi/Hantaran
Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus, yaitu:
1. Otomatisasi – kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan
2. Irama – pembentukan impuls yang teratur
3. Daya konduksi-kemampuan untuk menyalurkan impuls
4. Daya rangsang-kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang

Berdasarkan sifat-sifat tersebut diatas, maka secara spontan dan teratur jantung akan menghasilkan impuls-impuls yang disalurkan melalui sistem hantar untuk merangsang otot jantung dan bisa menimbulkan kontraksi otot. Perjalanan impuls dimulai dari nodus SA, nodus AV, sampai ke sersbut purkinye

Nodus SA
Disebut pemacu alami karena secara teratur mengeluarkan aliran listrik/impuls yang kemudian menggerakkan jantung secara otomatis. Pada keadaan normal impuls yang dikeluarkan frekuensinya 60-100 kali /menit. Nodus SA dapat menghasilkan impuls karena adanya sel-sel “pacemaker” yang mengeluarkan impuls secar otomatis. Sel ini dipengaruhi oleh syaraf simpatis dan parasimpatis. Bila seseoang dalam keadaan marah maka rangsangan syaraf simpatis meningkat dan syaraf parasimpatis menurun, berakibat dengan takhikardi. “valsava manuver” menyebabkan rangsangan dan para-simpatis meningkat sehingga mengakibatkan bradikardia. Nodus SA terletak di dekat muara vena kava superior

Traktus internodal
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke nodus AV. Traktus internodal terdiri dari:
- Jalur Anterior
- Jalur Middle
- Jalur Posterior

“BRACHMAN Bundle”
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke atrium kiri

Nodus AV
Letaknya didalam dinding septum (sekat) atrium sebelah kanan, tepat diatas katup trikuspid dekat muara sinus koronarius. Mempunyai dua fungsi yang penting:
- Impuls jantung ditahan disini selama 0,08-0,12 detik, untuk memungkinkan pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi
- Mengatur jumlah impuls atrium yang mencapai ventrikel
Nodus AV dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 40-60 kali/menit

“Bundle of HIS”
Berfungsi menghantarkan impuls dari nodus AV ke sistem “branch bundle”.

Sistim “Bundle Branch”
Merupakan lanjutan dari “bundle of Hiss” yang bercabang menjadi dua yaitu:
a. “Righat bundle branch” (RBB/cabang kanan): mengirim impuls ke otot jantung ventrikel kanan
b. “Left bundle branch” (LBB/cabang kiri), yang terbagi dua yakni:
o Deviasi ke belakang (left posterior vesicle), menghantarkan, impuls ke endokard ventrikel kiri bagian posterior dan inferior.
o Deviasi ke depan (left anterior vesicle), menghantarkan impuls ke endokard ventrikal kiri bagian anterior dan superior

Sistem purkinye
Merupakan bagian ujung dari bundle branch. Menghantarkan/ mengirimkan impuls menuju lapisan sub-endokard pada kedua ventrikel Sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh kontraksi ventrikel. Sel-sel pacemaker di sub-endokard ventrikel dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 20-40 kali/menit. Pemacu-pemacu cadangan ini mempunyai fungsi sangat penting. Yakni untuk mencegah berhentinya denyut jantung pada waktu pemacu alami (nodus SA) tidak berfungsi.

Sistem konduksi pada jantung secara garis besar dapat dilihat pada gambar berikut ini.























Elektrokardiogram.
Elektrokardiogram (EKG) merekam Frekuensi dan perjalanan listrik dari nodus SA sampai dengan serabut purkinye. EKG merupakan alat diagnostik yang cukup efektif dalam mengetahui fungsi jantung. EKG dapat melihat: Gangguan irama, Pembesaran atrium maupun ventrikel, adanyakerusakan myokard, perubahan kadar ion-ion yang abnormal.



















Gelombang P menggambarkan depolarisasi Atrium
P-R Interval menggambarkan waktu antara mulai depolarisasi atrium dan waktu mulai depolarisasi ventrikel.
P-R Segmen menggambarkan depolarisasi atrium dan penghantaran melalui nodus AV.
QRS Kompleks menggambarkan depolarisasi Ventrikel
S-T Segmen menggambarkan akhir depolarisasi ventrikel sampai permulaan repolarisasi vebtrikel
Gelombang T menggambarkan Repolarisasi Ventrikel
S-T Interval menggambarkan Interval antara akhir depolarisasi dan akhir repolarisasi ventrikel.
Q-T Interval menggambarkan waktu depolarisasi ventrikel sampai dengan repolarisasi ventrikel
Repolarisasi atrium bersamaan waktunya dengan depolarisasi ventrikel sehingga tidak tampak dalam EKG.


SIKLUS JANTUNG
Dalam siklus jantung terjadi sistol dan diastole. Sistol adalah Kontraksi atrium dan ventrikel sedangkan Diastol merupakan Relaksasi Atrium dan ventrikel. Saat Atrial sistol kedua atrium berkontraksi memompakan darah ke ventrikel dan saat Ventrikular sistol kedua ventrikel kontraksi memompakan darah ke arteri pulmonalis dan aorta. Selama Atrial Diastol (Relaksasi atrium), atrium terisi kembali oleh darah dari vena-vena besar dari tubuh dan selama Ventrikular Diastol (Relaksasi ventrikel, dimulai sebelum atrial sistol), ventrikel terisi darah dari atrium.
Secara skematik siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:



Depolarisasi menjalar keseluruh ventrikel

Ventrikel kontraksi
tekanan didalamnya meningkat melebihi tekanan atrium

Penutupan katup mitral dan trikuspid (bunyi jantung 1).







Tekanan ventrikel terus meningkat
melebihi tekanan aorta Dan arteri pulmonalis

katup aorta dan arteri pulmonalis terbuka

darah keluar dari ventrikel (fase ejeksi cepat)

tekanan dalam ventrikel menurun

Tekanan terus menurun dan lebih rendah dari tekanan
Aorta atau arteri pulmonalis

Katup semilunar menutup
(bunyi jantung 2)
darah dari vena pulmonal dan vena kava
mengisi kedua atrium

peningkatan tekanan atrium

katup trikuspid dan mitral terbuka

darah mengalir ke ventrikel secara cepat
(fase pengisian cepat)
makin lama makin lambat

berhenti
(tekanan atrium dan ventrikel sama)

kontraksi atrium
(Depolarisasi atrium)
sissa darah didalam atrium masuk ke ventrikel

Dengan menggunakan gambar siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:


FAKTOR PENENTU KERJA JANTUNG
Fungsi jantung dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling terkait dalam menentukan isi sekuncup (stroke volume) dan Curah jantung (Cardiac Output ):
1. Beban awal (preload)
2. Kontraktilitas
3. Beban Akhir (afterload)
4. Frekuensi jantung

Cardiac Output/ Curah Jantung
Curah jantung merupakan faktor utama yang perlu diperhitungkan dalam sirkulasi, karena curah jantung mempunyai peranan penting dalam transportasi darah. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan oleh oleh ventrikel dalam satu menit. Nilai normal pada orang dewasa sekitar 5 liter/menit. Pengaturan curah jantung tergantung dari dua variabel yaitu frekuensi jantung dan volume sekuncup

Isi/Volume Sekuncup
Isi atau volume sekuncup merupakan sejumlah darah yang dipompakan keluar dari masing-masing ventrikel setiap denyut jantung. Volume sekuncup tergantung dari 3 variabel: Beban awal, kontraktilitas, beban akhir.




PEMBULUH DARAH
Pembuluh darah dalam system sirkulasi terdiri atas Arteri, Arteriol, Kapiler,
Venul dan Vena.



Arteri
Arteri berfungsi untuk transportasi dengan tekanan yang tinggi ke jaringan jaringan. Karena itu sistem arteri mempunyai dinding yang kuat, dan darah mengalir dengan cepat menuju jaringan. Dinding aorta dan arteri relatif mengandung banyak jaringan elastis. Dinding tersebut teregang waktu sistol dan mengadakan rekoil pada saat diastol.
Saluran pada pembuluh darah termasuk arteri disebut dengan lumen. Lumen arteri dikelilingi oleh lapisan tipis yang disebut dengan tunika. Tunika intima merupakan lapisan paling dalam, terdiri atas sel endotel, lapisan sub endotel merupakan jaringan ikat, dan lapisan paling luar merupakan serat elastis. Tunika Media merupakan lapisan setelah tunika intima, terutama terdiri atas jaringan ikat, sel otot polos dan jaringan elastis. Arteri yang lebih besar memiliki jaringan elastis yang lebih banyak dibandingkan dengan otot polos. Pada arteri yang lebih kecil jaringan elastis di tunika media digantikan oleh otot polos. Pada bagian paling luar terdapat Tunika Adventitia, terutama tersusun atas serabut kolagen dan jaringan elastis. Terdapat syaraf dan pembuluh limfe. Pada arteri yang lebih besar banyak mengandung pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.

Arteriol
Arteriol merupakan cabang-cabang paling ujung dari sistem arteri, berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran darah ke kapiler. Arteriol juga mempunyai dinding yang kuat. Arteriol mampu konstriksi/menyempit secara komplit atau dilatasi/melebar sampai beberapa kali ukuran normal, sehingga dapat mengatur aliran darah ke kapiler. Dinding arteriol mengandung sedikit jaringan elastis dan lebih banyak otot polos . Otot ini dipersarafi oleh serabut saraf kolinergik yang fungsinya vasodilatasi. Arteriol merupakan penentu utama resisten /tahanan aliran darah, perubahan kecil pada diameternya menyebabkan perubahan yang besar terhadap resistensi perifer

Kapiler
Kapiler berfungsi sebagai tempat pertukaran cairan dan nutrisi antara arah dan ruang intersitial. Untuk peran ini kapiler dilengkapi dinding yang sangat tipis dan permeabel terhadap subtansi-subtansi bermolekul halus.



Venul
Dinding venul hanya sedikit lebih tebal daripada dinding kapiler. Venul berfungsi menampung darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung kedalam vena yang lebih besar.

Vena
Vena berfungsi sebagai jalur transportasi darah dari jaringan kembali ke jantung. Karena tekanan dalam sistem vena rendah (0 – 5 mmHg),maka dinding vena tipis namun berotot dan ini memungkinkan vena berkontraksi sehingga mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menampung darah sesuai kebutuhan tubuh. Kebanyakan vena membawa darah yang kurang oksigen kecuali di beberapa tempat yaitu:
1. Empat buah vena pulmonal
2. Vena pada sistem portal hepatik
3. Sistem Portal Hipofisis
Vena memiliki tiga lapisan seperti pada arteri yaitu Tunika intima, media dan adventitia. Tunika media lebih tipis, mengandung lebih sedikit jaringan elastis, jaringan kolagen dan otot polos. Nutrisi disuplai dari vasa vasorum. Vena biasanya memiliki sepasang katup semilunar bikuspid yang memungkinkan darah mengalir hanya pada satu arah dan meminimalkan aliran balik darah. Tekanan darah pada vena rendah dan aliran darahnya dibantu oleh pompa dari otot disekitar vena (tekanan pada vena saat otot berkontraksi). Katup pada vena merupakan bentuk lipatan dari tunika intima. Banyak terdapat pada vena di kaki untuk mencegah gaya gravitasi yang menghambat pengembalian darah ke jantung. Tidak terdapat katup pada vena dengan diameter kurang dari 1 mm atau pada area dengan tekanan otot yang besar seperti pada rongga dada dan abdomen.

SIRKULASI DARAH
Pembuluh-pembuluh darah membentuk lingkaran sirkulasi. Sirkulasi darah didalam tubuh terdapat dua sirkuit yang utama yaitu: sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.

Sirkulasi Sistematik
1. Mengalirkan darah ke berbagai organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang

Pembuluh darah utama dalam sirkulasi sistemik
o Arteri utama adalah aorta dengan bagian pertama yang keluar dari ventrikel kiri adalah ascending aorta, yang melengkkung disebut dengan arkus aorta dan bagian yang turun ke aorta dan abdomen disebut dengan decending aorta.
o Vena besar yang memasuki atrium kanan adalah vena kava asuperior yang membawa darah dari tubuh bagian atas, vena kava inferior yang membawa darah dari ekstremitas bawah, pelvis dan abdomen.
o Sinus koronarius mengalirkan darah dari sirkulasi koroner.











































Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru-paru
2. Hanya berfungsi untuk paru-paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. Hanya sedikit mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatiknya pendek

Arteri dan Vena sirkulasi pulmonal
o Pembuluh darah utama dalam sistem sirkulasi ini adalah: Trunkus pulmonarius dan dua arteri pulmonal yang membawa darah yang belum teroksigenasi dari ventrikel kanan ke paru-paru
o Darah yang telah teroksigenasi kembali ke atrium kiri melalui 2 vena dari masing-masing paru




Sirkulasi Koroner
Efisiensi jantung sebagai pompa tergantung dari nutrisi dan oksigenasi yang cukup pada otot jantung. Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang-cabang intra-miokardial yang kecil-kecil

Aliran darah koroner meningkat pada:
o Aktifitas
o Denyut jantung
o Rangsang sistem syaraf simpatis

Sirkulasi Portal
1. Sistem portal hepatik: Membawa darah dari kapiler di intestinal ke hati
2. Sistem portal hipofisis: membawa darah dari hipotalamus ke hipofisis



Sirkulasi Serebral
Otak di perdarahi oleh empat arteri besar yaitu dua arteri vertebral dan dua arteri karotis interna. Darah dari arteri vertebra memperdarahi serebellum, batang otak, dan bagian posterior dari serebrum. Arteri karotis interna memperdarahi serebrum dan kedua mata.
Pengembalian darah dari otak melalui sinus venosus yang ada di duramater. Dari sinus venosus darah akan masuk ke vena jugularis interna lalu ke vena brachiocephalic dan ke vena kava superior.




Sirkulasi Di Kulit
Dilatasi dan kontriksi pemb. Darah dikulit memungkinkan pengaturan radiasi panas dari sistem integumen. Saat tubuh mengalami panas banyak darah yang dialirkan ke bagian permukaan dari kulit dan sebaliknya

Sirkulasi Di Otot Rangka
Otot diberikan nutrisi oleh darah dan darah juga membawa produk buangan baik saat otot beraktivitas maupun istirahat.. Kontrol utama dilakukan oleh vasodilator syaraf simpatis (kolinergik) yang menyebabkan pembuluh darah dilatasi dan meningkatkan aliran darah ketika dibutuhkan. Respon Autoregulasi oleh spinkter prekapiler yang berdilatasi dalam merespon penurunan kadar oksigen di otot otot yang aktif.


FISIOLOGI SIRKULASI
Prinsip Aliran darah
 Hemodinamik: pengaturan fisiologis dari aliran darah, tekanan dan tahanan dalam mempertahankan homeostasis
 Aliran darah: Sejumlah /volume darah yang melewati pembuluh darah dalam waktu tertentu.

Pertimbangan Biofisika
Hubungan antara aliran, tekanan dan tahanan:

Aliran Darah
Aliran melalui pembuluh darah ditentukan oleh dua faktor:
1. Perbedaan tekanan (ΔP=P1 – P2) merupakan penyebab terdorongnya darah melalui pembuluh.
2. Hambatan terhadap aliran darah sepanjang pembuluh, yang disebut “vascular resistance” atau tahanan pembuluh.

Beda tekanan antara dua ujung pembuluh menyebabkan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekenan rendah, sedangkan resistensi/tahanan menghambat aliran.
Perbedaan tekanan antara kedua ujung pembuluh menentukan kecepatan aliran, dan bukan tekanan absolut didalam pembuluh. Misalnya: jika tekanan pada kedua ujung pembuluh 100 mmHG, maka tidak akan ada aliran.
Aliran darah (blood flow) adalah sejumlah darah yang melalui suatu titik pada sirkulasi dalam suatu periode tertentu. Digunakan satuan ml/menit atau L/menit atau ml/detik. Aliran darah pada orang dewasa saat istirahat adalah 5 L/menit, yang disebut sebagai curah jantung (cardiac output). Ini merupakan jumlah darah yang dipompakan ventrikel jantung dalam 1 menit (jumlah darah yang melalui sirkulasi sistemik maupun pulmonal harus sama.

Tekanan Darah
Tekanan darah hampir selalu diukur dengan mmHg, yang telah dipakai sebagai standar referensi selama bertahun-tahun. Tekanan darah (blood pressure) adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk melewati setiap unit atau daerah dari dinding pembuluh darah. Bila seseorang mengatakan tekanan darahnya adalah 50 mmHg, maka tenaga yang dikeluarkan akan cukup mendorong merkuri dalam tabung setinggi 50 mm.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah:
1. Tekanan hidrostatik dan gaya gravitasi
2. Volume darah
3. Elastisitas pembuluh darah
4. Cardiac Output
5. Viskositas/kekentalan darah dan resistensi

Pengaturan Tekanan Darah
1. Pusat Vasomotor
2. Pusat Cardioregulator
3. Baroreseptor
4. Pusat yang lebih tinggi di otak, dan emosi
5. Hormon dan kimia
6. Kemoreseptor
7. Pengaturan oleh ginjal
8. Pertukaran cairan di kapiler

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka pendek:
1. Sistem Syaraf
a. Pusat Vasomotor
b. Refleks Baroreseptor
c. Refleks Kemoreseptor
d. Pengaruh pusat otak tertinggi

2. Kontrol Kimia
a. Hormon kelenjar adrenal: epinephrin dan norepinephrin
b. Hormon natriuretik atrium
c. Hormon ADH
d. Angiotensin II
e. Endothelium-derived factor
f. Nitric Oxide (NO) disebut juga dengan endothelium derived relaxing factor (EDRF)
g. Alkohol
h. Kimia-kimia inflamasi

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka panjang oleh ginjal
Ginjal mempertahankan homeostatis tekanan darah dengan meregulasi volume darah dengan mempertahankannya kira-kira sekitar 5 L. Volume darah merupakan faktor penentu utama dari curah jantung. Mempengaruhi tekanan vena, aliran balik, volume akhir diastol dan isi sekuncup. Peningkatan volume darah diikuti dengan peningkatan tekanan darah dan sebaliknya. Peningkatan volume darah serta tekanan darah merangsang ginjal untuk mengeluarkan cairan.
Pengaturan ginjal bersifat langsung dan tidak langsung dalam mengatur tekanan darah. Mekanisme langsung adalah dengan mempengaruhi volume darah (saat vollume/tekanan darah meningkat, filtrasi di glomerulus dipercepat). Mekanisme tidak langsung adalah dengan mekanisme Renin Angiotensin . Saat tekanan arteri menurun ginjal mengeluarkan renin

Pengaturan tekanan vena
Aliran balik darah ke jantung ditentukan oleh 5 faktor utama:
1. Tekanan arteri
2. Tekanan atrium kanan
3. Resistensi aliran darah didalam pembuluh darah
4. Pompa vena
5. Tekanan hidrostatik

Resistensi terhadap aliran Darah
Tahanan/resistensi adalah hambatan terhadap aliran darah dalam suatu pembuluh, yang tidak dapat diukur secara langsung. Akan tetapi tahanan dapat diukur secara tidak langsung, bila besar aliran darah dan perbedaan tekanan dalam pembuluh darah diketahui. Jika beda tekanan antara dua titik adalah 1 mmHg dan alirannya 1 ml/detik maka besar tahanan/resistensi adalah 1pru (Pheriperal resistence unit). Kecepatan aliran darah melalui sistem sirkulasi saat istirahat mendekati 100ml/detik. Perbedaan tekanan antara arteri sistemik dan vena sistemik sekitar 100 mmHg. Jadi SVR (Systemic Vascular Resistence) = 100/100 = 1pru.
Pada tekanan dimana pembuluh-pembuluh darah diseluruh tubuh mengalami vasokontraksi, maka SVR meningkat sampai 4 pru. Bila pembuluh darah mengalami vasodilatasi hebat maka SVR dapat mengecil sampai 0,25 pru. Pada sistem pulmonal, tekanan pulmonal rata-rata (mean pulmonal arteri pressure-MAP) = 13 mmHg, dan tekanan atrium kiri rata-rata (mean left atrial pressure-LAP) = 4 mmHg. Perbedaan tekanan adalah 9 mmHg, maka PVR (Pulmonal Vascular Resistance) dalam keadaan istirahat adalah 0,09 pru.

Viskositas
Viskositas darah sebagian besar tergantung pada hematokrit (Ht), yitu presentase volum darah yang ditempati sel darah merah. Ini berarti pada penderita dengan Ht 40%, maka 40% dari volume darahnya merupakan sel-sel dan sisanya plasma. Ht normal untuk laki-laki ± 42%, sedangkan untuk wanita ± 38%. Makin banyak sel-sel didalam darah maka Ht semakin tinggi, dan semakin banyak gesekan yang terjadi antara berbagai lapisan darah. Viskositas meningkat drastis jika Ht meningkat. Selain Ht dan protein plasma, ada tiga faktor lain yang juga mempengaruhi viskositas darah pada pembuluh darah halus adalah:
1 Aliran pada pembuluh darah yang sangat halus menunjukkan pengaruh kekentalan yang kurang dibandingkan pada pembuluh darah besar. Pengaruh ini disebut “Fahreaus Linguist Effect”. Ini mulai tampak bila diameter pembuluh < 1,5mm, efek tersebut sangat nyata dan viskositas secara teoritis mungkin menjadi 0,5 daripada viskositas dipembuluh darah besar.Pengaruh “Fahreaus Linguist Effect” ini disebabkan oleh karena cara mengalir darah di dalam pembuluh yang halus.
2 Viskositas darah meningkat drastis bila kecepatan aliran darah menurun.
3 Sel-sel seringkali berhenti mengalir di pembuluh darah halus. Bila ini terjadi, aliran darah berhenti berhenti total untuk beberapa detik atau lebih akibatnya viskositas meningkat

Secara keseluruhan berdasarkan skematik peranan sistem kardiovaskuler dalam mengatur keseimbangan tubuh adalah sebagai berikut:









SIRKULASI DARAH JANIN

Darah janin dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis dan disini dimuat dengan bahan makanan yang berasal dari darah ibu. Darah ini masuk kedalam badan janin melalui vena umbilikalis yang bercabangdua setelah memasuki dinding perut janin. Cabang yang kecil bersatu dengan vena porta, darahnya beredar dalam hati dan kemudian diangkut melalui vena hepatika kedalam vena kava inferior. Cabang satunya adalah duktus venosus arantii yang langsung masuk kedalam vena kava inferior.