STRUKTUR DAN FUBGSI PANCA INDRA
Bagian SS terdiri dari
• Resepto
• r = menerima informasi dari eksternal dan internal
• Jalur saraf = mengirimkan informasi ke otak
• Korteks serebri = mengolah informasi
STIMULUS
Gel Elektromagnetik (cahaya)
Mekanik (suara, raba, tekan, getaran)
Kimia (penghidu, kecap)
Termal (dingin, panas)
Sensasi (kesan): Penglihatan, Kecap, Pendengaran, Suhu, Raba, Penghidu
PROSES PENGLIHATAN
Penglihatan adalah indera kita yang paling dominant; kita hidup terutama dalam dunia visual. Mata adalah bola yang analog dengan camera obscura biasa dan dikontruksi untuk melaksanakan fungsi2 baik optic maupun sensori.
Peranan optiknya adalah pengumpulan sinar cahaya dan memfokuskannya pada retina. Untuk dapat melakukan hal itu, mata mempunyai sistem lubang-lensa yanf berubah-ubah: iris dengan celahnya, pupil yang mengatur jumlah cahaya yang lalu keretina, dan 2 sistem lensa (kornea dan lensa) yang menghasilkan bayangan objek dalam dua dimensi pada retina.
Peranan sensorinya ialah untuk berespon terhadap dan untuk memposes pengaruh lingkungan dan untuk meneruskan pesan sandi ke otak. Peranan iu dilaksanakan oleh retina. Serabut-serat saraf mulai dalam retina dan menghantarkan keluaran retina ke otak. Sklera sesuai dengan kontak kamera; epitel pigmen pada retina dan lapis koroid sesuai dengan lapisan dalam kamera yang hitam; kornea dan lensa sesuai dengan lensa kamera; humor aqueos dalam kamera anterior dan posterior bulbi dan humor vitreus pada corpus vitreus sesuai dengan ruang udara dalam kamera ; iris sesuai dengan diafragma ; pupil dengan lubang dalam difragma; kelopak mata dengan tutup lensa; dan retina dengan film. Analog yang bahkan lebih baik ialah kamera televisi, kamera ini bukan hanya memfokus cahaya dan membentuk pesan-pesan bayangan dalam sandi melainkan juga merelay pesan-pesan ituke transmitter.
Secara garis besar mata dibagi 4 kelompok :
1. kelopak mata
2. rongga orbita
3. bola mata
4. sstem saluran air mata (lakrimal)
KELOPAK MATA
Fungsi :
1. Melindungi bola mata terhadap trauma dari luar yang bersifat fisik atau kimiawi.
2. Membuka diri untu memberi jalan masuk sinar kedalam bola mata yang dibutuhkan untuk penglihatan
3. Pelicinan seluruh permukaan bola mata
4. Menyingkirkan debu yang masuk
luar sampai kedalam kelopak mata terdiri atas kulit, jaringan longgar, jaringan otot tarsus, paling dalam konjungtiva. Menutup mata adalah pekerjaan otot orbicular yang dipersyarafi saraf fasial (N.VII). Otot-otot orbicular jalannya melingkari celak kelopak mata dan bagian yang letaknya didalam kelopak mata berfungsi untuk mengedipkan mata. Membuka mata doperkerjakan otot levator palpebra yang dopersyarafi saraf okulomotor (N. III).
RONGGA ORBITA
Rongga orbita merupakan suatu rongga yang dibatasi didnding tulang dan berbentuk sebagai piramid bersisi empat dengan puncaknya menuju ke foramen optic. Isi rongga orbita atas bola mata dengan saraf optic, otot penggerak bola mata, kelenjar air mata, pembuluh darah, saraf, lemak dan fasia. Rongga orbita tidak mengandung pembuluh atau kelenjar limfa.
Saraf orbita bersifat motorik dan sensori N.III, N.IV dan N.VI adalah motorik dan mensyarafi ott penggerak bola mata. Saraf sensori adalah cabang pertama dan kedua N.V, sensori N. V dan simpatik.
BOLA MATA
Bola mata digerakkan oleh 6 otot, otot ekstrinsik terdiri atas empat otot rektus dan dua oblik. otot-otot rektus tediri atas otot rektus medial, rektus lateral, rektus superior dan rektus inferior. sedangkan otot oblik terdiri atas oblik superior dan inferior.
Bola mata terdiri atas:
1. Dinding bola mata
2. Isis bola mata
# DINDING BOLA MATA
Dinding bola mata terdiri atas:
1. Sklera
Skela sebagai dinding bola mata merupakan jaringan yang kuat, tidak bening, tidak kennyal dan tebalnya kira-kira 1 mm.
2. Kornea
Dinding bola mata bagian depan ialah kornea yang merupakan jaringan yang jernih dan bening bentuknya hampir sebagai lingkaran dan sedikit lebih lebar pada arah transversal (12 mm) daripada arah vertical. Batas kornea dan sclera disebut limbus. Kornea tdak mengandung pembuluh darah, jernih dan bening, selain sebagai dinding juga berfungsi sebagai media penglihatan. Kornea dipersyarafi oleh N.V.
# ISI BOLA MATA
Isi bola mata terdiri atas uvea, retina, badan kaca dan lensa.
Uvea
merupakan dinding kedua bola mata yang lunak, terdiri atas 3 bagian yaitu iris, badan siliar, dan koroid. Iris merupakan membran yang berwarna, berbentuk sirkular menggantng dibelakang kornea, didepan lensa.
Ditengah iris terdapat lubang yang dinamakan pupil,,yang mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk kedalam mmata. Iris berpangkal pada badan siliar dan memishakan balik mata depan dengan bilik mata belakang. Permukaan depan iris warnanya sangat bervariasi dan mempunyai lekukan-lekukan kecil terutama sekitar pupil yang disebut kripti.
Struktur iris terdiri atas jaringan ikat yang menyerupai busa dan mengandung sel-sel pigemen, serabut-serabut otot dan banyak pembuluh darah dan syaraf. Jaringan otot terdiri atas: sfingter pupil yang dipersyarafi oleh saraf simpatik. Badan siliar dimulai dari basis iris kebelakang sampai koroid, yang terdiri ats otot-otot silisr dan proses siliar.
Otot-otot siliar berfungsi untuk akomodasi . Jika otot-otot ini berkontraksi ia menarik proses siliar dan koroid kedepan dan kedalam, mengendorkan zonula zinn sehingga lensa menjdi lebih cembung.
Fugsi proses silar adalah memproduksi Humor Akous.
Koroid adalah suatu membran yang berwarna coklat tua, yang letaknya diantara sklera dan retina terbentang dari ora serata sampai kepapil sataf optic. Koroid kaya pembuluh darah dan berfungsi terutama memberi nutrisi kepala retina.
Retina
adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran daripada serabut-serabut saraf optic. Letaknya antara badan kaca dan koroid. Bagian naterior berakhir pada ora serata. Dibagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat macula lutea (bintik kuning) kira-kira berdiameter 1-2 mm yang berperan penting untuk tajam penglihatan. Ditengah macula lutea terdapat bercat mengkilat yang merupakan reflek fovea.
Kira-kira 3 mm kearah nasal kutub belakang bola mata terdpat daerah bulat puih kemerah-merahan, disebut papil saraf optic, yang ditengahnya agak melekuk dinamakan ekskavasi faali. Artei retina sentral bersama venanya masuk kedalam bola mata ditengah papil saraf optic. Arteri retina merupakan pembuluh darah terminal.
Bagian saraf dari retina terdiri dari tiga lapisan:
1. Lapisan paling luar (terdekat koroid) mengandung sel batang dan sel kerucut.
2. sebuah laisan tengah neuron bipolar
3. lapisan bagian dalam sel ganglion
Akson sel ganglion menyatu membentuk saraf optikus, yang keluar dari retina sedikit di luar titik tengah. titik di retina tempat keluarnya saraf opticus dan tempat melewatiya pembuluh darah adalah discus opticus. Daerah ini sering disebut sebagai bintik/titik buta; tidak ada bayangan yang dapat dideteksi didaerah ini karena daerah ini tidak mengandung sel batang dan sel kerucut.
Cahaya harus melewati lapisan ganglion dan bipolar sebelum mencapai fotoreseptor di semua daerah, kecuali fovea,yaitu cekungan sebesar pangkal jarum pentul dan terletak tepat di tengah retina, lapisan bipolar dan ganglion tertarik kesamping, sehingga cahaya secara langsung mengenai fotoreseptor. Fotoreseptor terdiri dari tiga bagian:
1. sebuah segmen luaryang terletak paing dekat dengan ekserior mata, menghadap ke koroid, dan mendeteksi rangsangan cahaya
2. sebuah segmen dalam, yang terletak dipertengahan sepanjang fotoreseptor dan mengandung perangkat metabolic sel.
3. sebuah terminal sinaps, ya terletak paling dekat dengan interior mata, menghadap ke neuron bipolar, dan menyalurkan sinyal yang dihasilkan di fotoreseptor setelah mendapatkan angsangan cahaya ke sel-sel berikutnya pada jalur penglihatan.
Segmen luar, yang terbentik seperti batang pada sel-sel batang seperti kerucut pada sel-sel kerucut, terdiri dari tumpukan lempeng-lempeng membranosa pipih yang banyak mengandung molekul-molekul fotopigmen. Lebih dari sejuta molekulfotofigmen terdapa di bagian luar setiap fotoreseptor. Fotofigmen mengalami perubahan kimiawi apabial diaktifkan oleh cahaya. Suatu fotopigmen mengalami perubahan kimiawi apabila diaktifkan oleh cahaya. Suatu fotopigmen terdiri dari protein enzimatik yang disebut opsin yang berikatan dengan retinen, suatu turunan vitamin A. Terdapat empat jenis fotopigmen, satu disel batang dan satu di masing-masing dari ketiga jenis sel kerucut. Retins identik di keempat fotopigmen, tetapi opsin sedikit berbeda. Rodopsin, fotofigmen sel batang, tidak dapat membedakan berbagai panjang gelombang spectrum cahaya tampak; pigmen ini menyerap semua panjang gelombang cahaya tampak. Selbatang hanya mmeberikan gambaran bayangan abu-abu apabila mendeteksi berbagai intensitas cahaya, bukan memberi warna. Fotofgmen di tiga jenis sel keucut: sel gelombang, sehingga penglihatan warna dapat terjadi.
Ketika menyerap cahaya, molekul fotopigmen berdisosiasi menjadi komponen retinen dan opsin dan bagian retinennya mengalami perunahan bentuk yang mencetuskan aktivitas enzimatik opsin. Melalui serangkaian reaksi, perubahan bokimia pada fotopigmen yang diinduksi oleh cahaya hiperpolarisasi potensial reseptor yang memperngaruhi pengeluaran ini menimbulkan zat perantara (penurunan pengeluaran transmitter ) dari terminal sinaps fotoreseptor, yang menyebabkan penutup saluran-saluran Na gerbang zat perantara kimiawi di segmen luar membran. Saluran-saluran ini dapat bereseptor terhadap perantara kedua internal, yaitu GMP siklik (guanosin monopospat siklik), yang menghubungkan penyerapan cahaya fotopigmen dengan penutup Na GMP siklik intrasel, yang dalam keadaan gelap konsentrasinya tinggi, menjaga salura-saluran Na disegmen luar membran membran plasma terbuka. KebocoranNa memasuki sel yang berlangsung fasip menyebabkan depolarisasi fotoreseptor dan menahan saluran-saluran Ca di terminal sinaps terbuka, sehingga zat perantara yang dikeluarkan oleh terminal sinaps memiliki efek inhibisi terhadap sebagian besar sel bipolar. Penurunan zat perantara mengurangi efek inhibisi (mengalami eksitasi)pada sel bipolar.
Sel bipolar memperlihatkan potensial berjenjang serupa dengan fotoreseptor. Potensial aksi belum muncul sampai di sel ganglion, neuron pertama pada rantai penglihatan yang harus menylurkan pesan penglihatan melalui jarak yang ajauh ke otak. Sebaliknya fotopgmen yang telah mengalami perubahan dipulihkan dalam keadaan gelap dalam mekanisme enzimatik. Dengan demikian potensial membran dan kecepatan pengeluaran zata perantara oleh fotoreseptor di kelmbalikan ke keasdaan normal tanpa rangsangan dan tidak terjadi penyaluran potensial aksi ke korteks penglihatan.
Badan Kaca
Badan kaca mengisi sebagian besar bola mata dibelakang lensa, tidak berwarna, bening dan konsistennya lunak. Bagian luar merupakan lapisan tipis (membran hialoid). Badan kaca ditengah-tengah ditembus oleh suatu saluran yang berjalan dari papil saraf optic kearah kapsul belakang lensa yang disebut saluran hialoid yang dalam kehidupan fetal berisi arteri hialoid. Struktur adan kaca tidak mempunyai pembuluh darah dan menerima nutrisinya dari jaringan sekitarnya : koroid, badan siliar dan retina.
Lensa
Lensa merupakan badan yang bening, bikonveks 5mm tebalnya dan berdiameter 9 mm pada orang dewasa. Permukaan lensa bagian posterior lebih melengkung daripada bagian anterior. Kedua permukaan tsb bertemu pada tepi lensa yang dinamakan ekuator. Lensa mempunyai kapsul yang bening dan pada ekuator difiksasi oleh zonula Zinn pada badan siliar. Lensa pada orang dewasa terdiri atas bagian inti (nukleus) dan bagian tepi (korteks). Nukleus lebih keras dari pada korteks. Dengan bertambahnya umur, nukleus makin membesar sedang korteks makin menipis cahaya, sehingga difokusnya pada retina. Peningkatan kekuatan pembiasan lensa disebut akomodasi.
Gelap
Konsentrasi GMP siklik tinggi
Salutan natrium sesmen terbuka
Depolarisasi membran
membuka saluran Ca diterminal sinaps
I pengeluaran zat perantara inhibitorik
Neuron bipolar dihambat
Tidak terjadi potensial aksi disel ganglion
Tidak terjadi permbatan potensial aksi kekorteks penglihatan
Cahaya
Fotofigmen (retinen;opsin)
Disosiasi retinen dan opsin
Penurunan GMP siklik
Penutupan saluran Na
Hiperpolarisasi membran (poensial reseptor)
Menutup saluran Ca diterminal sinaps
I Pengeluaran zat perantara inhibitorik
Neron bipolar tidak mengalami inhibisi (/dengan kata lain, mengalami ekstensi)
Perubahab potensial berjenjang di sel bipolar
Potensial aksi di sel ganglion
Perabatan potensial aksi ke korteks penglihatan dilobus oksipitalis otak untuk persepsi penglihatan.
INDERA PENGECAPAN (LIDAH)
Pada hakekatnya, lidah mempunyai hubungan yang snagat erat dengan indera khususnya pengecapan atau pembau. Lidah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh-pembuluh darah dan urat syaraf masuk dan keluar pada akarnya. Ujung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi bawah. Bila lidah digulung kebelakang, maka tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae, sebuah struktur ligamen halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut.
Lidah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot, yaitu: otot insrinsik lisah melakukan semua gerakan halus, sementara otot enstrinsik mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melakukan gerakan-gerakan kasar yang sangat menekannya pada langit-langit dan gigi, yang pada akhirnya mendorongnya masuk ke faring.
Bagian anterior lidah bebas tidak terkait. Bila lidah dijulurkan, ,aka ujung lidah meruncing dan bila terletak tenang didasar mulut, maka ujung lidah berbentuk bulat. Selaput lendir lidah selalu lembab dan waktu-waktu sehat berwarna merah jambu. Permukaan atas seperti belurdru dan ditutupi papila, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu:
a. Papila sirkumpalata, ada delapan hingga dua belas dari jenis ini yang terletak pada bagian dasar lidah. Papila ini adalah jenis papila yang terbesar dan masing-masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit.
b. Papila fungiformis, menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk jamur.
c. Papila folformis, adalah yang terbanyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah.
organ ujung untuk mengecap adalah puting-puting pengecap yang snagat banyak terdapat dalam dinding papila sirkumfalata dan fungiformis. Papila fififormis lebih berfunsi untuk tiap-tiap papila mempunyai kepekaan sendiri-sendiri.
Kebanyakan makanan memiliki ciri harum dan ciri rasa, tetapai ciri-ciri itu merangsang ujung syaraf pembau, bukan ujung syaraf pengecap. Supaya dapat dirasakan semua makanan menjadi cairan, serta benar-benar harus bersentuhan dengan ujung syaraf yang mampu menerima rangsangan yang berbeda-beda pula. Putting pengecap yang berbeda-beda menimbulkan kesan rasa yang berbeda-beda pula. Adaptasi dari rasa mula-mula berlangsung cepat 2-3 detik, kemudian adaptasi berjalan lambat.
Para ilmuan menemukan bahwa otak dapat menginterpretasi kelima rasa (kini bertambah dengan satu rasa, yaitu umami) melalui serangkaian reaksi kimia didalam sel rasa (taste cell) yang terdapat pada kuncup rasa (taste bud) di idah. Kuncup ini berbentuk seperti bawang, terdiri dari 50-100 sel rasa yang masing-masing mempunyai mikrovili dari pori rasa (taste pore).
Bahan kimia penyusun makanan (tastant) yang alrut dalam air ludah akan kontak dengan sel raasa melalui pori rasa. Disana, mereka juga akan berinteraksi dengan proteinyang sering disebut reseptor rasa atau dengan protein-protein yang bertindak sebagai pori, dikenal sebagai kanal ion (ion channel). Interaksi tsb menyebabkan perubahan elektrokimia atau listrik didalam sel rasa sehingga memicu pelepasan sinyal kimia, yang akhirnya mengantar impuls ke otak.
Perubahan listrik tsb snagat ditentukan oleh konsentrasi atom-atom yang bermuatan atau ionnya. Sel rasa, sebagainya neuron (sel saraf), secara normal memiliki muatan internal yang negatif dan eksternalnya bermuatan positif. Tastan akan merubah keadaan tsb dan meningkatkan konsentrasi ion positif didalam sel rasa, misalnya dengan mengeluarkan atom bermuatan lainnya.
Adanya perubahan elektrokimia / depolarisasi sel rasa melepas neurotranmitter, yang mendorong neuron kotak dengan sel rasa untuk memancarkan pesannya ke otak.
Senyawa kimia yang memberikan rasa asin dan asam serasa langsung akan bergerak melalui kanal ion, sedangkan untuk rasa pahit dan manis perlu pengikat senyawa kimia dengan permukaan reeptor rasa terlebih dahulu.
Enam rasa yang dirasakan oleh indera pengecap antara lain:
1. Asin
Sensasi rasa ini dapat ditimbulka dari garam, misalnya garam dapur (NaCl). Garan ini akan membangunkan sel rasa ketika ion Matrium (Na) masuk melalui kanal ion pada mikrofili bagian apikal (atas). Ion Na juga dapat masuk lwat kanal pada basolateral (sisi) sel rasa.
Akumulasi ion Na menyebabkan perubahan elektrokimia yang disebut depolarisasi, mengakibatkan ion kalsium (Ca) masuk kedalam sel. Selanjutnya, ion kalsium akan mendorong sel untuk melepaskan sinyal kimia yang disebut neurotransmitter yang terkemas dalam gelembung (vesicle).
Sel-sel saraf akan menerima pesan dan memancarkan sinyal ke otak. Sel-sel rasa kembali mengalami polarisasi atau reset dengan diikuti membukanya kanal ion sehingga ion kalium (K) dapat keluar sel.
2. Asam
Sensasi rasa ini disebabkan oleh ion hidrogen di dalam larutan. Ion ini bereaksi terhadap sel kanal ion kalium pada mikrovili, dan mengikat kanal bukan dimikrovili sehingga ion-ion positif dapat masuk sel rasa. Terakumulasinya muatan positif ini akan mendorong depolarissi dan menyebabkan pelepasan neurotransmitter, selanjutnya akan memberikan sinyal ke otak.
3. Manis
Gula atau pemanis buatan tidak langsung masuk sel rasa tapi memicudulu perubahan didalam sel. Senyawa tsb akan terikat reseptor pada permukaan sel rasa yang digandeng dengan molekul G-protein. Dinamakan G-protein karena untuk aktivitasnya protein ini diatur oleh guanin trifospat.
4. Pahit
Misalnya kuinin, zat ini juga bereaksi melalui G-protein bersama reseptor dan secxond messenger hanya saja di sini,
5. Umami
Rasa ini ditimbulkan oleh glutamat, asam amono yang banyak terdapat pada protein daging, ikan dan legum. Umami barasal dar bahasa jepan yang berarti ”meaty” atau ”savory” (enak, sedap, lezat). Senyawa ini dalam aksinya juga melalui pengikatan dengan G-protein bersama reseptor dan pelepasan neurotransmitter belum diketahui.
Akhirnya, karena dapat diperoleh dari semua bagian lidah yang mengandung kuncup rasa, maka peta rasa dapat diperoleh dari semua bagian lidah yang mengandung kuncup rasa, maka peta rasa di lidah, hasil misinterpretasi dari riset yang dikerjakan pada abad ke-19, perlu direvisi agar tidak menyesakan.
Kerjasama antara indera pengecap dan indera pembau dapatmempengaruhi nafsu makan seserang. Disamping itu juga mempengaruhi produksi kelenjar air liur. Bila aroma makanan itu sedap dan rasanya lezat, maka nafsu makan seseorang akan meningkat dan produksi liur juga meningkat untuk ditelan. Sebaliknya bila suatu zat berbau busuk maka nafsu atau selera makan akan menurun, tetapi produksi air liur akan meningkat untuk dibuang.
Mekanisme Pengecapan
Pada bahan kimia penyusun makanan yang larut dalam air ludah akan masuk kedalam kuncup pengecap melalui papila. Didalam kuncup pengecap, subtansi larut akan dideteksi oleh permukaan sel yang sensitif yang kemudian berinteraksi dengan sel perasa. interaksi tersebut menyebabkan perubahan elektromagnetik atau listrik di dalam sel rasa sehingga memicu pelepasan sinyal kimia yang akhirnya menghantarkan impuls ke otak.
PROSES PENDENGARAN
Telinga terdiri dari dua satuan fungsional : aparat akustik yang berhubungan dengan rasa eksterosepsi yang dinamakan pendengaran, dan aparat vestibulur yang berhubungan dengan rasa proprisepsi khusus, yang bersangkutan dengan sikap badan dan keseimbanga. yang pertama dipersyarafi oleh saraf koklear (N. cochlearis), yang terakhir oleh saraf vestibulur (N. vestibularis). kedua saraf ini bersama dikenal sebagai nervus vestibulocochlearis.
Telinga dibagi atas telinga luar, telinga tngah, dan telinga dalam. Bagian luar dan tengah menyalurkan gelombang suara dari udara ke telinga dalam yang berisi cairan, untuk memperkuat energi suara dalam proses tersebut. Telinga dalam berisi dua sistem sensorik yang berbeda: koklea, yang mengandung reseptor-reseptor untuk mengubah gelombang menjadi impuls-impuls saraf sehingga kita dapat mendengar; apparatus vestibularis yang penting untuk sensasi keseimbangan.
Telinga luar terdiri dari pinna (bagian daun telinga, auricular), meatus auditorius eksternus (saluran telinga) dan membran timpani. Pinna, suatu lempeng tulang rawan dalam. Pintu masuk ke saluran telinga dijaga oleh rambut-rambut halus. Kulit yang melapisisaluran telinga mengandung kelenjar-kelenjar keringat termodifikasi yang menghasilkan sermen, suatu sekresi lengket lengket yang menangkap partikel-partikel asing yang halus. Rambut halus dan serumen menjaga partikel-partikel dari udara masuk ke bagian dalaam saluran telinga.
Membran timpani, yang teregang menutupi pintu masuk ke telinga tengah, bergetar sewaktu terkena gelombang suara. Teilinga tengah memindahkan gerakan bergetar membran timpani ke cairan di telinga dalam. Pemindahan ini dipermudah oleh adanya rantai yang terdiri dari tiga tulang yang dapat bergerak (maleus, inkus, stapes) yang berjalam melintasi telinga tengah. Tulang pertama maleus melekat pada membran timpani dan tulang terakhir stapes melekat pada jendela oval, pintu masuk ke koklea yang berisi cairan. Bagian koklearis yang berbentuk seperti siput adalah suatu sistem tubulus bergelung yang terletak di dalam tulang temporalis. Cairan di dalam duktus koklearis disebut endolimfe. Skala vestibule dan skala vestibule dan skala timpani mengandung cairan perilimfe. Lubang kecil berlapis membran lainnya, yaitu jendela bundar, menekat skala timpani dari telinga tengah. Membran vestibularis yang tipis memisahkan duktus koklearis, memisahkan dari skala timpani. Membran basilaris sangat penting karena mengandung organ corti, organ untuk indera pendengaran. mengandung sel-sel rambut yang merupakan reseptor untuk suara. Rambut rambut ini secara mekanis terbenam didalam membran tektorial. Sel-sel rambut adalah sel reseptor khusus yang berkomunikasi melalui sinap kimiawi dengan ujung-ujung serat saraf aferen yang membentuk saraf auditorius. Depolarisasi sel-sel rambut menungkatkan kecepatan pengeluaran zat perantara, uang menaikan kecepatan potensial aksi diseratserat aferen. Sebaliknya, kecepatan pembentukan potensial aksi berkurang keika sel-sel rambut mengeluarkan sedikit zat perantara karena mengalami hiperpolarisasi. Dengan cara ini, gelombang suara diterjemahkan menjadi sinyal saraf yang dapat dipersepsikan oleh oak sebagai sensasi suara.
KESEIMBANGAN
Sistem Vestibuler
Reseptor : Aparatus, terdiri dari:
o Utrikulus
o Salulus
o Kanalis semirkularis posterior, anterior dan horizontal
Utrikulus dan sakulus berfungsi:
1. Untuk keseimbangan statis
2. Percepatan/perlambatan lurus
3. Gravitasi
Kanalis semisirkularis berfungsi:
1. keseimbangan dinamik
2. Rangsang = gerak melingkar kepala
3. KSS horizontal yang dominan
4. Rangsang ini = refl. Labirin = mata, tubuh dan anggota tubuh
5. Semua refl. ini bertujuan agar orientasi ruang dan keseimbangan tetap terpelihara
6. Orientasi ruang menerima impuls dari mata, vestibuler, proprioseptor
Nisragmus
1. Refl. mempertahankan fiksasi mata sewaktu tubuh berputar
2. Terdapat juga pada orang buta
3. Gerakan mata nistagmus = komponen cepat = searah rotasi
4. Komponen cepat = pusat B.O/kom. lambat = impuls labirin
5. Nistagmus post rotasi = berlawanan rotasi
6. Nistagmus = hirizontal atau vertikal
Vertigo
1. Utrikulus
2. Sakulus
3. Kanalis semisirkularis posterior, anterior dan horizontal
Jalur keseimbangan
Resetor = N. Vestibule (N. III) = Nc. Vestibuler (medula) = cerebelum, formatio retikuler
TRANSDUKSI SUARA
Gelombang Suara
Getaran membran timpani
Getaran tulang-tulang telinga tengah
Dalam telinga Getaran jendela oval
Getaran cairan di dalam koklea Getaran jendela bundar
Getaran membran basalis Penghamburan energi
(tidak ada persesi suara)
Pembengkokan rambut sel-sel rambut reseptor
organ corti sewaktu pergerakan membran
basalis menyebabkan perubahan posisi
rambut-rambut tsb dalam kaitannya dengan
membran tektorial di atasnya tempat rambut-
rambut tsb terbenam
Perubahan ptensial berjenjang (potensial
reseptor) di sl-sel reseptor
Perubahan kecepatan pembentukan potensial
aksi yang terbentuk di saraf
Perambatan potensial aksi ke korteks auditorius
di lobus temporalis otak untuk persepsi suara
KESAN KULIT
Kesan-kulit dapat diperoleh dengan merangsang kulit:
- kesan raba/sentuhan
- kesan suhu
- kesan nyeri
RABA –TEKANAN
- Persentuhan halus di kulit
- Daerah yang berambut lebih peka
- Adaptasi cepat
- Reseptor: korpukel meissner, kopukel merckel, basket like arrangement
Korpuskel meissner
- Penyabaran di tubuh tak merata
- Terpadat : ujung anggota gerak, daerah papila mammae, ujung lidah
- Jerang: volar, bagian proksimal anggota gerak
Korpuskel merckel
Berbentuk cekram, pada ujung jari dan bibir
Basket like arrangement
Pada gerakan rambut
SUHU
Ada dua macam :
- kesan dingin : organ krause 35˚ C – 20˚ C
- kesan panas : organ ruffini (ujung saraf bebas ) 30˚ C – 43˚C
- Reseptor adaptasi pada suhu 20˚ C – 40˚ C
- kesan nyeri jika suhu ekstrim = kerusakan jaringan
NYERI
Nyeri sebenarnya adalah mekanisme protektif yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesdaran bahwa telah atau akan terjadi kerusakan jaringan. Nyeri disertai oleh reseptor perilaku termotivasi (misalny penarikaan atau penahanan) serta reasi emosi (misalnya menangis atau ketakutan). Terdapat tiga katergori reseptor nyeri: nosireseptor mekanis yang bereseptor terhadap kerusakan mekanis, misalnya tusukan, benturan atau cubitan; nosiseptor termal yang beresponterhadap semua jenis rangsangan yang merusak, termasuk polimodal yang berespon setara terhadap semua jenis rangsangan yang merusak, termasuk iriti zat kimia yang dikeluarkan dari jaringan yang cedera. Tidak ada nosiseptor yang memiliki struktur khusus; mereka semua adlaah ujung-ujung syaraf telanjang. Semua nisiseptor dapa disensirisasi oleh adanya prostaglandin, yang sangat meningkatkan respon nosiseptor terhadap rangsangan yang mengganggu (lebih terasa nyeri). Prostaglandin adalah kelompok turunan asam lemak khusus bekerja secara lokal setelah dikeluarkan.
Impuls nyeri yang berasal dari nosiseptor mekanis melalui salah satu dari dua jenis serat aferen. Sinyal-sinyal yang berasal dari nosiseptor mekanis dan termal disalurkan melaui serat A-delta yang berukuran besar dan bernielin dengan kecepatan sampai 30 mtr/detik (jalur nyeri cepat). Impuls dari nosisseptor polimodal diangkut oleholeh serat C yang kecil dan tidak bermielin dengan kecepatan yang jauh lebih lambat (jalur nyeri lambat).
Nyeri biasanya dipersepsikan mula-mula sebagai sensasi tertusuk yang tajam dan singkat yang mudah ditentukan lokasinya (jalur nyeri cepat). Perasaan ini diikuti oleh sensasi nyeri tumpul yang lokasinya tidak jelas dan menetap lebih lama serta menimbulkan rasa tidak enak (jalur nyeri lambat diaktifkan oleh zat kimia, terutama bradikinin, diaktifkan oleh enzim yang dikeluarkan kedalam CES oleh jaringan yang rusak).
Serat-serat aferen primer bersinaps dengan antar-neuron ordo kedua di tanduk dorsal spinalis. Salah satu neurotransmitter yang dikeluarkan dari ujung-ujng aferns nyeri ini adalah subtansi P, khas untuk serat nyeri. Nyeri akan dipersepsikan di talamus selanjutnya penentuan lokasi nyeri dikorteks somatosensorik. Formatio retikularis meningkatan derajat ewaspadaan yang berkaitan dengan rangsangan yang mengganggu. Hubungan antara talamus dan formatio retikularis ke hipotalamus dan sistem limbik menghasilkan respon emosi dan perilaku yang menyertai pengalaman yang menimbulkan nyerii.
PROSES PENCIUMAN
• Reseptor di membran mukosa hidung = sel olfaktoria
• Berkaitan dengna kesan pembauan waktu inspirasi
• Stimulus harus mudah menguap, larut dalam air dan lemak
• Bau yang kuat menutupi bau yang lemah
• Bau kadar yang sama = bau campuran
• Adaptasi tinggi, bisa sentral atau perifer = bau enak cepat hilang sedangkan bau yang menenangkan akan tetap ada.
• Nialai ambanga bau-bauan berbeda dapat diukur dengan olvactometer dan zedardemator.
Mukosa olfaktorius, yang terletak dilangitlangit rongga hidung, mengandung tiga jenis sel: reseptor olfaktorius, sel penunjang, dan sel basal. Sel-sel penunjang mengeluarkan mucus, yamng melapisi saluran hidung. Sel-sel basal adalah precursor utuk sel-sel reseptor olfaktorius yang baru, yang diganti sekitr dua bulan. Neuron keseluruhan, termasuk akson aferen yang menuju ke otak, diganti . Sel-sel ini adalah satu-satunya neurn yang mengalami pembelahan sel. Akson-akson sel reseptor secara kolektif membentuk saraf olfaktorius. Bagian dari sel reseptor olfaktorius terdiri dari sebuah kepala yang menggembung dan berisi beberapa silia sepanjang permukaan mukosa. Silia ini mengandung tempat pengikatan unuk melekatnya berbagai moleku-molekul odorferosa (pembentuk bau). Molekul-molekul harus dilarutkan agar perlekatan khusus di silia menyebabkan pembukaan saluran –salura Na dan K. Terjadi perpindahan ion-ion yang menimbulkan depolarisasi poternsial reseptor yang menyebabkan terbentuknya potensial di serat aferen. Serat-serat tersebut segera bersinaps di bulbus olfaktorius, struktur syaraf ynag memiliki lapisan sel bereda-beda. Serat-serat yang keluar dari bulbs olfaktorius berjalan melalui dua rute:
1.. rute subkortikal, menuju daerah sistem limbic, khususnya sisi medial bawah lobus temporalis
2. ryte thalamus-kortikal, penting untuk persepsi sadar
Wednesday, December 24, 2008
Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan
SISTEM PENCERNAAN
Alat Pencernaan dibagi atas:
I. Alat-alat khusus jalan makanan
1. Rongga mulut: didalamnya terdapat palantum, pipi dan bibir, lidah gigi, kelenjar ludah
2. Tekak (faring)
3. Esofagus (kerongkongan)
4. Lambung (gaster)
5. Doudenum (usus halus)
6. Yeyenum
7. Ileum
8. Colon
- Aseden (nauk)
- Transversum (horizontal)
- Desenden (menurun)
9. Rektum
II. Alat-alat yang membentu pencernaan
1. Kelenjar-kelenjar ludah (glandula saliva)
a. Kelenjar Parotis
b. Kenjar sublinguinalis
c. Kelenjar submandibularis
2. Hati
3. Kelenjar ludah (pancreas)
A. Rongga Mulut
Rongga mulut adalah pintu masuk saluran pencernaan. Fungsi rongga mulut:
1. Memberi makan
2. Mengerjakan pencernaan pertama dengan jalan mengunyah
3. Untuk berbicara
4. Bila perlu. Digunakan untuk bernafas.
Rongga mulut (cavum oris) dibantu oleh:
a. Sebelah atas: Pallantum durum dan pallantum mole
b. Sebelah bawah: oleh otot2 yang membentuk lidah, kecuali itu juga os mandibula
c. Sebelah depan dan samping: oleh gigi, bibir dan juga pipi
d. Sebelah belakang: Sebetulnya telah dibatasi, karena ada lubangnya yang disebut:
Isthmus faucium yang menghubungkan rongga mulut dan tekak (faring). Dinding rongga mulut disebelah dalam dilapisi oleh selaput lender. Dibawah selaput lender ini terdapat jaringan ikat, misalnya pada bagian pipi, bibir, pallantum mole. Dibawah selaput lender terdapat banyak kelenjar2 yang mengeluarkan lender yang penting artinya begi pencernaan makanan.
Didalam rongga mulut tsb terdapat:
1. Pipi dan bibir
Mengandung otot2 yang diperlukan dalam proses mengunyah dan bicara disebelah luar, pipi, dan bibir diselimuti oleh kulit.
2. Lidah
Lidah mengandung 2 jenis otot, yaitu:
a. Otot Ekstrinsik yang berorigo diluar lidah, insersi dilidah
b. Otot instrinsik yang berorigo dan insersi didalam lidah
Fungsi Lidah:
a. Untuk membersihkan gigi serta rongga mulut antara pipi dan gigi
b. Mencampur makanan dengan ludah
c. Untuk menolak makanan dan minuman kebelakang
d. Untuk berbicara
e. Untuk mengecap manis, asin dan pahit
f. Untuk merasakan dingin dan panas.
2. Gigi
Gigi dibedakan menjadi 4 macam:
1. Gigi seri (Dens Incisivus) terdapat 8 buah
2. Gigi seri (Dens Caninus) terdapat 4 buah
3. Gigi Geraham depan (Dens Premolaris)
- Dens Premolaris I berjumlah 4 buah
- Dens Premolaris II berjumlah 4 buah
4. Gigi Geraham belakang (Dens Molaris)
- Dens Molaris I berjumlah 4 buah
- Dens Molaris II berjumlah 4 buah
- Dens Molaris III berjumlah 4 buah
Terdapat dua kelompok yaitu gigi sementara atau gigi susu dan gigi tetap terdapat 20 biji gigi sulung, 10 pd setiap rahang, gigi tetap 30 buah, 16 buah pada setiap rahang.
Bagian-bagian gigi :
- Akar gigi : Bagian yang tertanam didalam rahang
- Mahkota gigi : Bagian gigi yg tampak diluar rahang
- Leher gigi : Bagian gigi diantara puncak gigi aiakar gigi.
4. Kelenjar Ludah
Terdapat tiga kelenjar ludah yang menghasilkan air ludah, yaitu:
1. Kelenjar Parotis, terletak disebelah bawah dengan daun telinga diantara otot pengunyah dengan kulit pipih. Cairan ludah hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus stesen kedalam rongga mulut melalui satu lubang dihadapannya gigi molar kedua atas. Saliva yang disekresikan sebanyak 25-35 %.
2. Kelenjar Sublinguinalis, terletak dibawah lidah salurannya menuju lantai rongga mulut. Saliva yang disekresikan sebanyak 3-5 %
3. Kelenjar Submandibularis, terletak lebih belakang dan kesamping dari kelenjar subinguinalis. Saluran menuju kelantai rongga mulut belakang gigi seri pertama. Saliva yang disekresikan sebanyak 60-70 %
Selaput lender rongga mulut mengandung kelenjar kecil lainnya disebut kelenjar bukal. Semua kelenjar diatas menghasilkan air ludah (saliva) untuk membasahi rongga mulut dan makanan. Kira2 1 liter saliva yang disekresikan setiap hari. Lebih dari 99% saliva terdiri dari air, sisanya garam, urea, lender, bikarbonat, lisozim (enzim penghancur bakteri, dan amylase, ptyalin)
Saliva yang ditelan akan diabsorpsi kembali, seseorang yang kekurangan air didalam tubuh akan mengurangi sekresi air ludah sehingga rongga mulut mongering dan akan terasa haus.
Ada 2 jenis pencernaan didalam rongga mulut:
a. Pencernaan mekanik, yaitu pengunyahan dengan gigi, pergerakan otot2 lidah, dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuklah suatu bolus yang bulat untuk ditelan.
b. Pencernaan kimiawi yaitu pemecahan zat pati (amilum) oleh pthialin (suatu amylase) menjadi maltosa. Suatu bukti ialah bila kita mengunyah nasi (zat pati), lama-kelamaan akan sedikit terasa manis. Pthialin bekerja didalam rongga mulut (PH 6,3-6,8) dan masih bekerja didalam lambung untuk mencernakan zat pati kira2 15 menit sampai asam lambung menurunan pH sehingga pthialin tidak bekerja lagi.
B. Esophagus
Esophagus adalah yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung, yg letaknya dibelakang trakea yg berukuran panjang +- 20-25 cm dan lebar 2 cm.
Fungsi dari esophagus adalah:
1 Menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung.
2 Tiap2 ujung esophagus dilindungi oleh suatu sphingter yang berperan sebagai barier terhadap refleks isi lambung kedalam esophagus.
3 Dinding esophagus terdiri atas beberapa bagian.
a. Lapisan Mukosa, terletak dibagian dalam yang dibentuk oleh epitel berlapis gepeng dan diteruskan kefaring dibagian atas serta mengalami perubahan yang mencolok pada perbatasan esophagus lambung menjadi epitel selapis toraks pada lambung.
b. Lapisan Submukusa, mengandung sel2 sekretoris yang menghasilkan mucus untuk mempermudah jalannya makanan waktu menelan dan melindungi mukosa dari cedera pencernaan kimiawi.
c. Lapisan otot, terdiri dari dua lapisan serabut otot yang satu berjalan longitudinal, dan lainnya sirkulasi.
Mekanisme menelan dilakukan setelah mengunyah:
1. Gerakan membentuk makanan menjadi sebuah bolus dengan bantuan lidah dan pipu dan melalui bagian belakang mulut masuk kedalam faring.
2. Setelah makanan masuk kedalam faring maka fallantum lunak naik untuk menutup nares posterior, glottis menutup oleh kontraksi otot2 dan otot kontrikstor faring menangkap makanan dan pada saat ini pernapasan berhenti. Gerakan menelan pada bagian ini merupakan gerakan refleks.
3. Makanan berjalan dalam esophagus karena kerja peristaltic yang menghantarkan bola makanan ke lambung.
Mukosa esophagus dalam keadaan normal bersifat alkali dan tidak tahan terhadap isi lambung yang sangat asam.
Fungsi dari lambung:
1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan oleh peristaltic lambung dan getah lambung.
2. Getah cerna lambung yang dihasilkan :
- Pepsi, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan peptone)
- Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan dan membuat suasana asam pada pepsinogen menjadi pepsin.
- Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dan dari karsinogen (karsinogen dan protein susu)
- Lapisan lambung, jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang marangsang sekresi getah lambung.
Pencernaan Mekanis pada lambung:
Pencernaan mekanis disebabkan oleh otot2 dinding lambung terdiri atas otot polos yang terbentuk memanjang, melingkar, dan serong. Kontraksi otot lambung tsb mengakibatkan bolus yang masuk kedalam lambung diaduk dan diremas-remas sehingga menjadi lembut.
Pencernaan Kimiawi pada lambung
Kelenjar lambung mengeluarkan secret yaitu cairan penting, getah lambung, getah ini adalah cairan asam bening tak berwarna mengandung 0,4 % asam klorida (HCl), yang mengsamkan semua makanan dan bekerja sebagai zat antiseptic dan desinfektan membuat banyak mikroorganisme yang ikut masuk bersama makanan, tidak berbahaya dan menyediakan lingkungan untuk pencernaan makanan protein.
Enzim pencernaan yang terdapat dalam getah lambung:
a. Pepsin yang bersumber dari shief sell lambung yang memecahkan protein menghasilkan proteosa, peptone dengan pH optimal 1,5-2,5 dengan volume sekresi 2-4 liter/hari.
b. Lambung lipase, bersumber dari lambung yg memecahkan lemak dengan menghasilkan asam lemak gliserida.
D. Usus Halus
adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan. Setelah ini lumen meninggalkan usus halus tidak terjadi lagi pencernaan walaupun usus besar dapat menyerap sejumlah kecil garam dan air. Dengan panjang sekitar 6,3 m (21 kaki), diameternya kecil yaitu 2,5 cm/1 inci. Bergulung didalam rongga abdomen dan terlentang dari lambung sampai usus besar.
Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Duedenum (20 cm/8 inci)
- Duodenum disebut jga usus dua belas jari
- Bagian pertama usus halus yang terbentuk sepatu kuda.
- Bermuara dua saluran : saluran getah pancreas dan saluran empedu
2. Jejenum (2,5 m / 8 kaki)
-Disebut juga usus kosong
- Menempati 2/5 sebelah atas dari usus halus yang selebihnya
- Terjadi pencernaan secara kimiawi
- Pencernaan diselesaikan
- Menghasilkan enzim pencernaan
3. Ileum (3,6 m/12 kaki)
- Ileum disebut juga usus penyerapan
- Menempati 3/5 akhir
- Penyerapan sari-sari makanan
Dinding usus halus:
1. Dinding lapisan luar
Membran Serosa, lapisan yang membalut usus dengan erat.
2. Dinding Lapisan berotot
- Dua lapisan serabut
- Lapisan luar serabut longitudinal
- Lapisan dalam serabut sirkuler
- Diantara lapisan terdapat pembuluh darah dan limfa
3. Dinding Sub Mukosa
- Jaringan Areolar
- Fleksus saraf, fleksus Meisser
.4. Dinding Mukosa Dalam
- Seperti jala, menambah luasnya permukan sekresi dan penyerapan
- Banyak lapisan lieber kuhn. Kelenjar sederhana yg diselimuti epithelium silindris
Getah Usus Halus
Yang menyempurnakan pencernaan :
- Enterikinase :menggiatkan enzim proteolitik yang berasal dari getah pancreas
- Erepsin : Menyempurnakan protein yang telah diubah yaitu polipeptida dijadikan sebagai asam amino.
Fungsi Usus Halus
Mencerna dan menyerap “khime” dari lambung. Digerakkan oleh serangkaian gerakan peristaltic yang cepat, ada juga gerakan segmental.
E. Usus Besar
Usus besar terdiri dari
- Colon, yang membentuk sebagian usus besar, tidak bergulung-gulung seperti usus halus. Terdiri dari tiga bagian, yaitu:
- Colon terdiri dari tiga, yaitu:
1. Asenden 2. Transversum 3. Desenden
Bagian akhir dari colon desenden terbentuk huruf S, yaitu colon sigmoid.
- Sekum, membentuk kantung buntu dibawah taut antara usus halus dan usus besar dikantup ileasekum.
- Apendiks, tonjolan kecil mirip jari didasar sekum (jaringan lymphoid yang mengandung limposit)
-Rektum, berbentuk lurus (anus).
Fungsi utama usus halus:
1. Untuk menyimpan bahan sebelum defekasi
2. Selulosa dan bahan2 lain dalam makanan yg tidak dapat dicerna membentuk sebagian besar feses dan membantu mempertahankan pengeluaran tinja secara teratur karena berperan menentukan volume isis colon.
Mekanisme Usus Besar
Sewakrtu makanan masuk kelambung, terjadi gerakan masa dikolon yang terutama disebabkan oleh refleks gastro colon, yg diperantai oleh gastrin dari lambung kekolon oleh saraf otonom eksentrik. Refleks gastro colon mendorong isi colon kedalam rectum dan memicu refleks defekasi.
Feses dikeluarkan oleh refleks defekasi
Sewaktu gerakan massa dikolon mendorong isi kolon kedalam rectum dan terjadi peregangan kemudian merangsang reseptor regang didinding rectum dan ememicu refleks defekasi. Refleks ini disebabkan oleh spingter anus internus (yg terdiri otot polos) untuk melemas dan rectum serta kolon sigmoid untuk berkontraksi lebih kuat. Apabila spingter anus ekaternus (otot rangka) untuk melemas, terjadi defekasi. Dan dibantu oleh gerakan mengejan volunteer yang melibatkan kontraksi simultan otot2 abdomen dan ekspirasi paksa dengan glottis tertutup. Manuver ini menyebabkan peningkatan tekanan intra abdomen yg membantu pengeluaran feses.
Sekresi Usus besar bersifat Protektif Alami
Sekresi kolon terdiri dari larutan alkalis (HCO3) yg berfungsi adalah untuk melindungi mukosa usus besar dari cidera kimia dan mekanis. Untuk memudahkan feses lewat (sebagian pelumas).
Usus Besar Menyerap Garam dan Air, mengubah isi lumen menjadi feses
Sebagian penyerapan terjadi diusus besar/colon. Colon dalam keadaan normal menyerap sebagian garam dan H2O terbentuk zat yang paling aktif dicerna, Cl- mengikuti secara pasif penurunan gradient listrik. H2O terberntuk masa feses yang padat. Produk2 sisa utama yg disekresikan di feses adalah bilirubin.
Transpor Normal zat2 oleh usus Halus dan tempat Penyerapan Sekresi Maksimum.
Gas Didalam Usus dan diserap atau dikeluarkan anus bukan bahan feses tetapi gas/platus yg berasal
1. Udara yg tertelan sebanyak 500 udara dapat tertelan selam makan.
2. Gas yg dihasilkan dari fermentasi bakteri dikolon. Adanya gas yg tersaring melalui isi lumen menimbulkan suara yg disebut borborigmi. Keluarnya udara dengan kecepatan tinggi menyebabkan tepi2 lubang anus bergetar, menimbulkan suara bernada rendah yg khas menyertai keluarnya gas.
Perjalanan Makanan di Usus Besar
Ileum mengabsorsi air apendiks diendapan selama 4 jam di caecum diendapkan di asenden (gerakan naik) selama 7-8 jam 6-18 jm colon transversum (gerakan lurus) 9-20 jam colon desenden selama 12-24 jam colon sgmoid rectum.
Dicaecum terjadi reabsorpsi selama 4-12 jam kemudian ada bakteri yang membusukkan makanan yang memfermentasi.
F. Rektum dan Anus
Rektu, terletak dibawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor (usus besar) dengan anus. Terletak dalam rongga pelvis didepan osakrum dan askoksigis. Panjang 10 cm terbawah dari usus tebal.
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar (udara luar). Anus ini terletak didasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh tiga spinter, yaitu:
1. Spinter Ani Internus yang bekerja tidak menurut kehendak
2. Spinter Levator Ani yang bekerja tidak menurut kehendak
3. Spinter Ani Eksternus yang bekerja bekerja menurut kehendak
G. Pankreas
- Pankreas memiliki panjang 15 cm
- Campuran jaringan eksokrin dan endokrin
- Kelenjar memanjang yang terletak dibelakang dan dibawah, diatas lengkung pertama duodenum.
- Eksokrin : sel sekretorik seperti anggur yg membentuk kantung2 atau asinus, berhubungan yg akhirnya bermuara ke duodenum.
- Endokrin : pulau2 jaringan endokrin terisolasi, pulau2 langerhands
(insulin dan glukosa).
Pankreas Eksokrin
- Mengeluarkan getah pankrea
- Terdiri dari dua komponen, yaitu:
a. Sekresi enzimatik
b. Sekresi Alkali encer (NaHCO3)
- Disekresikan oleh sel asinus
- Enzim yg ada pada pancreas adalah:
a. Proteolitik : untuk pemcernaan protein
b. Amilase : untuk pencernaan Karbohidrat
c. Lipase : untuk pencernaan lemak
Sekresi Pankreas Diatur secara Hormonal Untuk Mempertahankan Netralitas Isi Duodenum.
- Sekresi pancreas terutama diatur oleh hormon
- Stimulasi utama u/ sekresi pancreas terjadi selama pase usus pencernaan
pada saat kimus berada didalam usus halus
- Adanya stimulasi memicu pengeluaran sekretin dan diangkut darah kepankreas untuk merangsang sel2 dutus meningkatkan sekresi cairan NaHCO3 kedalam duodenum. Mekanisme ini merupakan system control untuk mempertahankan netralitas kimus di usus.
H. Hati (hepar)
Hati merupakan organ terbesar dari system pencernaan yg ada dalam tubuh manusia. Berwarna coklat, sangat vaskuler lunak. Beratnya sekitar 1300-1500 gram. Didalam hati terdiri dari lobulus2 yg banyak sekitar 50.000-100.000 buah. Lobulus yg berbentuk segienam, setiap lobulus terdiri dari jajaran sel hati (hematosit) seperti jari2 roda melingkari suatu vena sentralis diantara sel hati terdapat sinusinoid yg pada dindingnya terdapat makrofag yang disebut sel kuffer yg dapat memfagosit sel2 darah yg rusak dan bekteri. Hematosit menyerap nutrient, oksigen dan racun dari darah sinusoid. Didalam hematosit zat racun akan didektosifikasi. DIantaranya hematosit terdapat saluran empedu . Kanalikuli2 akan bergabung menjadi duktus hepatikus, yg bercabang menjadi dua, satu menuju kandung empedu yang disebut duktus sitikus, yg kedua duktus koleodokus akan bergabung dengan duktus wirsungi dari pancreas menuju duodenum.
Fungsi Hati
1. Menghasilkan empedu
2. Empedu terdiri dari:
- Garam empedu (Na+,K+, asam empedu)
- Pigmen empedu : Bilirubin dan Biliverdin, keduanya merupakan pemecahan dari hemoglobin. Pigmen emprdu menyebabkan empedu berwaena kuning keemasan.
Empedu memainkan peranan penting dalam pencernaan & absorbsi lemak . Kenapa begitu? karena adanya asam empedu.
1. Asam empedu membantu mengekulsikan partikel2 lemak yg besar dalam makanan kedalam bentuk partikel2 lemak.
2. Membantu transport dan absorpsi produk akhir lemak yang dicerna menuju dan melalui membrane mukosa interstinal.
Empedu disekresikan dalam dua tahap oleh hati:
1. Bagian awal disekresikan oleh sel2 hepatosit hati mengandung sejumlaj besar asam empedu, kolestrol, kemudian disekresikan kedalam kanalikuli biliaris kecil yg letaknya diantara sel2 hati didalam lempeng hepatica.
2. Kemudian empedu mengalir ke prifer menuju septa inter lobularis tempat kanalikuli mengosongkan empedu kedalam duktus biliaris terminal dan mencapai duktus hepatikus dan duktus dupdenum melalui duktus astiks kedalam kandung empedu.
1. Garam Empedu
Garam empedu adalah stimulus untuk meningkatkan sekresi empedu. Sekresi empedu dapat ditingkatkan melalui mekanisme kimiawi, humoral, dan saraf.
- Mekanisme Kimiawi (garam empedu)
Setiap bahan yg meningkatkan sekresi empedu oleh hati disebut koleretik yg paling kuat adalah garam empedu itu sendiri. Diantarawaktu makan empedu dikosongkan dari kantung empedu tetapi selama makan empedu dikosongkan dari kantung empedu untuk dialirkan keduodenum. Sewaktu kantung empedu berkontraksi setelah berpartisipasi dalam penyerapan dan pencernaan lemak, garam2 empedu diabsorpsikan dan dikembalikan oleh sirkulasi enterohepatik ke hati. Dengan demikian, selama makam sewaktu garam empedu dibutuhkan dan sedang dipakai, sekresi empedu oleh hati dipacu.
- Mekanisme Humoral )sekretin)
Mekanisme sekresi NaHCO3 encer oleh pancreas, sekretin juga merangsang sekresi empedu alkalis encer oleh duktus hati tanpa disertai peningkatan garam empedu.
- Mekanisme saraf (saraf vagus cranial ke-10)
Stimulus thd sarf vagus hati hanya sedikit berperan meningkatkan sekresi empedu selama fase sefalik pencernaan. Mekanisme saraf meningkatkan aliran empedu hati sebelum makanan mencapai lambung usus.
2. Metabolisme Karbohidrat]
- Glikolisis : Pembentukan glukosa menjadi glikogen
- Glikogenolisis : Pembentukan glikogen menjadi glukosa
- Glukoneogenesis : Pembentukan glukosa bukan dari karbohidrat, tetapi dari protein dan lemak.
3. Metabolisme Protein
Beberapa asam amino diubah menjadi glukosa. Asam amino yg tdak dibutuhkan menjadi urea yang dikeluarkan dari sel hati kdalam darah dan disekresikan oleh ginjal.
4. Metabolisme Lemak
Lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol selain itu asam lemak dibawa menuju hati dalam darah porta dari usus dan diubah menjadi jenis partiekel2 kecil yg dapat digunakan dalam proses metabolic.
5. Detoksfikasi
Hepar memecah hormone steroid dan berbagai obat, hasil pemecahannya disekresikan oleh ginjal.
6. Sintesis
- Kolesterol dan steroid
- Protein plasma = fibrinogen, protombin globulin
7. Penyimpanan Lemak
- Glikogen -Lemak - Vit A, D, K dan B12 - Zat besi
Hati disuplay oleh dua pembuluh darah
1. Arteri hepatica
Membawa darah yg kaya oksigen dan merupakan cabang dari arteri kuliaka
2. Vena porta hepatika
Yang berasal dari lambung dan usus yg kaya akan nutrisi (asam amino, monosakarida, vitamin yg larut dalam air dan mineral)
Mekanisme sirkulasi darah di hati
Darah dari cabang vena porta dan arteri hepatica lewat melalui ruangan diantara sel yg disebut sinusoid. sel2 itu mengambil zat hara dan mengubah zat racun menjadi zat yng tidak berbahaya. SEl darah lama dan bakteri diambil oleh sel kuffer, dan dibawa kevena pusat (sentral). Empedu, dan bermuara dikantung empedu. Apabila tubuh mebutuhkan lebih banyak energi, hati mengubah simpanan glikogen menjadi glukosa yang mengirimkan kedalam darah.
Alat Pencernaan dibagi atas:
I. Alat-alat khusus jalan makanan
1. Rongga mulut: didalamnya terdapat palantum, pipi dan bibir, lidah gigi, kelenjar ludah
2. Tekak (faring)
3. Esofagus (kerongkongan)
4. Lambung (gaster)
5. Doudenum (usus halus)
6. Yeyenum
7. Ileum
8. Colon
- Aseden (nauk)
- Transversum (horizontal)
- Desenden (menurun)
9. Rektum
II. Alat-alat yang membentu pencernaan
1. Kelenjar-kelenjar ludah (glandula saliva)
a. Kelenjar Parotis
b. Kenjar sublinguinalis
c. Kelenjar submandibularis
2. Hati
3. Kelenjar ludah (pancreas)
A. Rongga Mulut
Rongga mulut adalah pintu masuk saluran pencernaan. Fungsi rongga mulut:
1. Memberi makan
2. Mengerjakan pencernaan pertama dengan jalan mengunyah
3. Untuk berbicara
4. Bila perlu. Digunakan untuk bernafas.
Rongga mulut (cavum oris) dibantu oleh:
a. Sebelah atas: Pallantum durum dan pallantum mole
b. Sebelah bawah: oleh otot2 yang membentuk lidah, kecuali itu juga os mandibula
c. Sebelah depan dan samping: oleh gigi, bibir dan juga pipi
d. Sebelah belakang: Sebetulnya telah dibatasi, karena ada lubangnya yang disebut:
Isthmus faucium yang menghubungkan rongga mulut dan tekak (faring). Dinding rongga mulut disebelah dalam dilapisi oleh selaput lender. Dibawah selaput lender ini terdapat jaringan ikat, misalnya pada bagian pipi, bibir, pallantum mole. Dibawah selaput lender terdapat banyak kelenjar2 yang mengeluarkan lender yang penting artinya begi pencernaan makanan.
Didalam rongga mulut tsb terdapat:
1. Pipi dan bibir
Mengandung otot2 yang diperlukan dalam proses mengunyah dan bicara disebelah luar, pipi, dan bibir diselimuti oleh kulit.
2. Lidah
Lidah mengandung 2 jenis otot, yaitu:
a. Otot Ekstrinsik yang berorigo diluar lidah, insersi dilidah
b. Otot instrinsik yang berorigo dan insersi didalam lidah
Fungsi Lidah:
a. Untuk membersihkan gigi serta rongga mulut antara pipi dan gigi
b. Mencampur makanan dengan ludah
c. Untuk menolak makanan dan minuman kebelakang
d. Untuk berbicara
e. Untuk mengecap manis, asin dan pahit
f. Untuk merasakan dingin dan panas.
2. Gigi
Gigi dibedakan menjadi 4 macam:
1. Gigi seri (Dens Incisivus) terdapat 8 buah
2. Gigi seri (Dens Caninus) terdapat 4 buah
3. Gigi Geraham depan (Dens Premolaris)
- Dens Premolaris I berjumlah 4 buah
- Dens Premolaris II berjumlah 4 buah
4. Gigi Geraham belakang (Dens Molaris)
- Dens Molaris I berjumlah 4 buah
- Dens Molaris II berjumlah 4 buah
- Dens Molaris III berjumlah 4 buah
Terdapat dua kelompok yaitu gigi sementara atau gigi susu dan gigi tetap terdapat 20 biji gigi sulung, 10 pd setiap rahang, gigi tetap 30 buah, 16 buah pada setiap rahang.
Bagian-bagian gigi :
- Akar gigi : Bagian yang tertanam didalam rahang
- Mahkota gigi : Bagian gigi yg tampak diluar rahang
- Leher gigi : Bagian gigi diantara puncak gigi aiakar gigi.
4. Kelenjar Ludah
Terdapat tiga kelenjar ludah yang menghasilkan air ludah, yaitu:
1. Kelenjar Parotis, terletak disebelah bawah dengan daun telinga diantara otot pengunyah dengan kulit pipih. Cairan ludah hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus stesen kedalam rongga mulut melalui satu lubang dihadapannya gigi molar kedua atas. Saliva yang disekresikan sebanyak 25-35 %.
2. Kelenjar Sublinguinalis, terletak dibawah lidah salurannya menuju lantai rongga mulut. Saliva yang disekresikan sebanyak 3-5 %
3. Kelenjar Submandibularis, terletak lebih belakang dan kesamping dari kelenjar subinguinalis. Saluran menuju kelantai rongga mulut belakang gigi seri pertama. Saliva yang disekresikan sebanyak 60-70 %
Selaput lender rongga mulut mengandung kelenjar kecil lainnya disebut kelenjar bukal. Semua kelenjar diatas menghasilkan air ludah (saliva) untuk membasahi rongga mulut dan makanan. Kira2 1 liter saliva yang disekresikan setiap hari. Lebih dari 99% saliva terdiri dari air, sisanya garam, urea, lender, bikarbonat, lisozim (enzim penghancur bakteri, dan amylase, ptyalin)
Saliva yang ditelan akan diabsorpsi kembali, seseorang yang kekurangan air didalam tubuh akan mengurangi sekresi air ludah sehingga rongga mulut mongering dan akan terasa haus.
Ada 2 jenis pencernaan didalam rongga mulut:
a. Pencernaan mekanik, yaitu pengunyahan dengan gigi, pergerakan otot2 lidah, dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuklah suatu bolus yang bulat untuk ditelan.
b. Pencernaan kimiawi yaitu pemecahan zat pati (amilum) oleh pthialin (suatu amylase) menjadi maltosa. Suatu bukti ialah bila kita mengunyah nasi (zat pati), lama-kelamaan akan sedikit terasa manis. Pthialin bekerja didalam rongga mulut (PH 6,3-6,8) dan masih bekerja didalam lambung untuk mencernakan zat pati kira2 15 menit sampai asam lambung menurunan pH sehingga pthialin tidak bekerja lagi.
B. Esophagus
Esophagus adalah yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung, yg letaknya dibelakang trakea yg berukuran panjang +- 20-25 cm dan lebar 2 cm.
Fungsi dari esophagus adalah:
1 Menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung.
2 Tiap2 ujung esophagus dilindungi oleh suatu sphingter yang berperan sebagai barier terhadap refleks isi lambung kedalam esophagus.
3 Dinding esophagus terdiri atas beberapa bagian.
a. Lapisan Mukosa, terletak dibagian dalam yang dibentuk oleh epitel berlapis gepeng dan diteruskan kefaring dibagian atas serta mengalami perubahan yang mencolok pada perbatasan esophagus lambung menjadi epitel selapis toraks pada lambung.
b. Lapisan Submukusa, mengandung sel2 sekretoris yang menghasilkan mucus untuk mempermudah jalannya makanan waktu menelan dan melindungi mukosa dari cedera pencernaan kimiawi.
c. Lapisan otot, terdiri dari dua lapisan serabut otot yang satu berjalan longitudinal, dan lainnya sirkulasi.
Mekanisme menelan dilakukan setelah mengunyah:
1. Gerakan membentuk makanan menjadi sebuah bolus dengan bantuan lidah dan pipu dan melalui bagian belakang mulut masuk kedalam faring.
2. Setelah makanan masuk kedalam faring maka fallantum lunak naik untuk menutup nares posterior, glottis menutup oleh kontraksi otot2 dan otot kontrikstor faring menangkap makanan dan pada saat ini pernapasan berhenti. Gerakan menelan pada bagian ini merupakan gerakan refleks.
3. Makanan berjalan dalam esophagus karena kerja peristaltic yang menghantarkan bola makanan ke lambung.
Mukosa esophagus dalam keadaan normal bersifat alkali dan tidak tahan terhadap isi lambung yang sangat asam.
Fungsi dari lambung:
1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan oleh peristaltic lambung dan getah lambung.
2. Getah cerna lambung yang dihasilkan :
- Pepsi, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan peptone)
- Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan dan membuat suasana asam pada pepsinogen menjadi pepsin.
- Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dan dari karsinogen (karsinogen dan protein susu)
- Lapisan lambung, jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang marangsang sekresi getah lambung.
Pencernaan Mekanis pada lambung:
Pencernaan mekanis disebabkan oleh otot2 dinding lambung terdiri atas otot polos yang terbentuk memanjang, melingkar, dan serong. Kontraksi otot lambung tsb mengakibatkan bolus yang masuk kedalam lambung diaduk dan diremas-remas sehingga menjadi lembut.
Pencernaan Kimiawi pada lambung
Kelenjar lambung mengeluarkan secret yaitu cairan penting, getah lambung, getah ini adalah cairan asam bening tak berwarna mengandung 0,4 % asam klorida (HCl), yang mengsamkan semua makanan dan bekerja sebagai zat antiseptic dan desinfektan membuat banyak mikroorganisme yang ikut masuk bersama makanan, tidak berbahaya dan menyediakan lingkungan untuk pencernaan makanan protein.
Enzim pencernaan yang terdapat dalam getah lambung:
a. Pepsin yang bersumber dari shief sell lambung yang memecahkan protein menghasilkan proteosa, peptone dengan pH optimal 1,5-2,5 dengan volume sekresi 2-4 liter/hari.
b. Lambung lipase, bersumber dari lambung yg memecahkan lemak dengan menghasilkan asam lemak gliserida.
D. Usus Halus
adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan. Setelah ini lumen meninggalkan usus halus tidak terjadi lagi pencernaan walaupun usus besar dapat menyerap sejumlah kecil garam dan air. Dengan panjang sekitar 6,3 m (21 kaki), diameternya kecil yaitu 2,5 cm/1 inci. Bergulung didalam rongga abdomen dan terlentang dari lambung sampai usus besar.
Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Duedenum (20 cm/8 inci)
- Duodenum disebut jga usus dua belas jari
- Bagian pertama usus halus yang terbentuk sepatu kuda.
- Bermuara dua saluran : saluran getah pancreas dan saluran empedu
2. Jejenum (2,5 m / 8 kaki)
-Disebut juga usus kosong
- Menempati 2/5 sebelah atas dari usus halus yang selebihnya
- Terjadi pencernaan secara kimiawi
- Pencernaan diselesaikan
- Menghasilkan enzim pencernaan
3. Ileum (3,6 m/12 kaki)
- Ileum disebut juga usus penyerapan
- Menempati 3/5 akhir
- Penyerapan sari-sari makanan
Dinding usus halus:
1. Dinding lapisan luar
Membran Serosa, lapisan yang membalut usus dengan erat.
2. Dinding Lapisan berotot
- Dua lapisan serabut
- Lapisan luar serabut longitudinal
- Lapisan dalam serabut sirkuler
- Diantara lapisan terdapat pembuluh darah dan limfa
3. Dinding Sub Mukosa
- Jaringan Areolar
- Fleksus saraf, fleksus Meisser
.4. Dinding Mukosa Dalam
- Seperti jala, menambah luasnya permukan sekresi dan penyerapan
- Banyak lapisan lieber kuhn. Kelenjar sederhana yg diselimuti epithelium silindris
Getah Usus Halus
Yang menyempurnakan pencernaan :
- Enterikinase :menggiatkan enzim proteolitik yang berasal dari getah pancreas
- Erepsin : Menyempurnakan protein yang telah diubah yaitu polipeptida dijadikan sebagai asam amino.
Fungsi Usus Halus
Mencerna dan menyerap “khime” dari lambung. Digerakkan oleh serangkaian gerakan peristaltic yang cepat, ada juga gerakan segmental.
E. Usus Besar
Usus besar terdiri dari
- Colon, yang membentuk sebagian usus besar, tidak bergulung-gulung seperti usus halus. Terdiri dari tiga bagian, yaitu:
- Colon terdiri dari tiga, yaitu:
1. Asenden 2. Transversum 3. Desenden
Bagian akhir dari colon desenden terbentuk huruf S, yaitu colon sigmoid.
- Sekum, membentuk kantung buntu dibawah taut antara usus halus dan usus besar dikantup ileasekum.
- Apendiks, tonjolan kecil mirip jari didasar sekum (jaringan lymphoid yang mengandung limposit)
-Rektum, berbentuk lurus (anus).
Fungsi utama usus halus:
1. Untuk menyimpan bahan sebelum defekasi
2. Selulosa dan bahan2 lain dalam makanan yg tidak dapat dicerna membentuk sebagian besar feses dan membantu mempertahankan pengeluaran tinja secara teratur karena berperan menentukan volume isis colon.
Mekanisme Usus Besar
Sewakrtu makanan masuk kelambung, terjadi gerakan masa dikolon yang terutama disebabkan oleh refleks gastro colon, yg diperantai oleh gastrin dari lambung kekolon oleh saraf otonom eksentrik. Refleks gastro colon mendorong isi colon kedalam rectum dan memicu refleks defekasi.
Feses dikeluarkan oleh refleks defekasi
Sewaktu gerakan massa dikolon mendorong isi kolon kedalam rectum dan terjadi peregangan kemudian merangsang reseptor regang didinding rectum dan ememicu refleks defekasi. Refleks ini disebabkan oleh spingter anus internus (yg terdiri otot polos) untuk melemas dan rectum serta kolon sigmoid untuk berkontraksi lebih kuat. Apabila spingter anus ekaternus (otot rangka) untuk melemas, terjadi defekasi. Dan dibantu oleh gerakan mengejan volunteer yang melibatkan kontraksi simultan otot2 abdomen dan ekspirasi paksa dengan glottis tertutup. Manuver ini menyebabkan peningkatan tekanan intra abdomen yg membantu pengeluaran feses.
Sekresi Usus besar bersifat Protektif Alami
Sekresi kolon terdiri dari larutan alkalis (HCO3) yg berfungsi adalah untuk melindungi mukosa usus besar dari cidera kimia dan mekanis. Untuk memudahkan feses lewat (sebagian pelumas).
Usus Besar Menyerap Garam dan Air, mengubah isi lumen menjadi feses
Sebagian penyerapan terjadi diusus besar/colon. Colon dalam keadaan normal menyerap sebagian garam dan H2O terbentuk zat yang paling aktif dicerna, Cl- mengikuti secara pasif penurunan gradient listrik. H2O terberntuk masa feses yang padat. Produk2 sisa utama yg disekresikan di feses adalah bilirubin.
Transpor Normal zat2 oleh usus Halus dan tempat Penyerapan Sekresi Maksimum.
Gas Didalam Usus dan diserap atau dikeluarkan anus bukan bahan feses tetapi gas/platus yg berasal
1. Udara yg tertelan sebanyak 500 udara dapat tertelan selam makan.
2. Gas yg dihasilkan dari fermentasi bakteri dikolon. Adanya gas yg tersaring melalui isi lumen menimbulkan suara yg disebut borborigmi. Keluarnya udara dengan kecepatan tinggi menyebabkan tepi2 lubang anus bergetar, menimbulkan suara bernada rendah yg khas menyertai keluarnya gas.
Perjalanan Makanan di Usus Besar
Ileum mengabsorsi air apendiks diendapan selama 4 jam di caecum diendapkan di asenden (gerakan naik) selama 7-8 jam 6-18 jm colon transversum (gerakan lurus) 9-20 jam colon desenden selama 12-24 jam colon sgmoid rectum.
Dicaecum terjadi reabsorpsi selama 4-12 jam kemudian ada bakteri yang membusukkan makanan yang memfermentasi.
F. Rektum dan Anus
Rektu, terletak dibawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor (usus besar) dengan anus. Terletak dalam rongga pelvis didepan osakrum dan askoksigis. Panjang 10 cm terbawah dari usus tebal.
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum dengan dunia luar (udara luar). Anus ini terletak didasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh tiga spinter, yaitu:
1. Spinter Ani Internus yang bekerja tidak menurut kehendak
2. Spinter Levator Ani yang bekerja tidak menurut kehendak
3. Spinter Ani Eksternus yang bekerja bekerja menurut kehendak
G. Pankreas
- Pankreas memiliki panjang 15 cm
- Campuran jaringan eksokrin dan endokrin
- Kelenjar memanjang yang terletak dibelakang dan dibawah, diatas lengkung pertama duodenum.
- Eksokrin : sel sekretorik seperti anggur yg membentuk kantung2 atau asinus, berhubungan yg akhirnya bermuara ke duodenum.
- Endokrin : pulau2 jaringan endokrin terisolasi, pulau2 langerhands
(insulin dan glukosa).
Pankreas Eksokrin
- Mengeluarkan getah pankrea
- Terdiri dari dua komponen, yaitu:
a. Sekresi enzimatik
b. Sekresi Alkali encer (NaHCO3)
- Disekresikan oleh sel asinus
- Enzim yg ada pada pancreas adalah:
a. Proteolitik : untuk pemcernaan protein
b. Amilase : untuk pencernaan Karbohidrat
c. Lipase : untuk pencernaan lemak
Sekresi Pankreas Diatur secara Hormonal Untuk Mempertahankan Netralitas Isi Duodenum.
- Sekresi pancreas terutama diatur oleh hormon
- Stimulasi utama u/ sekresi pancreas terjadi selama pase usus pencernaan
pada saat kimus berada didalam usus halus
- Adanya stimulasi memicu pengeluaran sekretin dan diangkut darah kepankreas untuk merangsang sel2 dutus meningkatkan sekresi cairan NaHCO3 kedalam duodenum. Mekanisme ini merupakan system control untuk mempertahankan netralitas kimus di usus.
H. Hati (hepar)
Hati merupakan organ terbesar dari system pencernaan yg ada dalam tubuh manusia. Berwarna coklat, sangat vaskuler lunak. Beratnya sekitar 1300-1500 gram. Didalam hati terdiri dari lobulus2 yg banyak sekitar 50.000-100.000 buah. Lobulus yg berbentuk segienam, setiap lobulus terdiri dari jajaran sel hati (hematosit) seperti jari2 roda melingkari suatu vena sentralis diantara sel hati terdapat sinusinoid yg pada dindingnya terdapat makrofag yang disebut sel kuffer yg dapat memfagosit sel2 darah yg rusak dan bekteri. Hematosit menyerap nutrient, oksigen dan racun dari darah sinusoid. Didalam hematosit zat racun akan didektosifikasi. DIantaranya hematosit terdapat saluran empedu . Kanalikuli2 akan bergabung menjadi duktus hepatikus, yg bercabang menjadi dua, satu menuju kandung empedu yang disebut duktus sitikus, yg kedua duktus koleodokus akan bergabung dengan duktus wirsungi dari pancreas menuju duodenum.
Fungsi Hati
1. Menghasilkan empedu
2. Empedu terdiri dari:
- Garam empedu (Na+,K+, asam empedu)
- Pigmen empedu : Bilirubin dan Biliverdin, keduanya merupakan pemecahan dari hemoglobin. Pigmen emprdu menyebabkan empedu berwaena kuning keemasan.
Empedu memainkan peranan penting dalam pencernaan & absorbsi lemak . Kenapa begitu? karena adanya asam empedu.
1. Asam empedu membantu mengekulsikan partikel2 lemak yg besar dalam makanan kedalam bentuk partikel2 lemak.
2. Membantu transport dan absorpsi produk akhir lemak yang dicerna menuju dan melalui membrane mukosa interstinal.
Empedu disekresikan dalam dua tahap oleh hati:
1. Bagian awal disekresikan oleh sel2 hepatosit hati mengandung sejumlaj besar asam empedu, kolestrol, kemudian disekresikan kedalam kanalikuli biliaris kecil yg letaknya diantara sel2 hati didalam lempeng hepatica.
2. Kemudian empedu mengalir ke prifer menuju septa inter lobularis tempat kanalikuli mengosongkan empedu kedalam duktus biliaris terminal dan mencapai duktus hepatikus dan duktus dupdenum melalui duktus astiks kedalam kandung empedu.
1. Garam Empedu
Garam empedu adalah stimulus untuk meningkatkan sekresi empedu. Sekresi empedu dapat ditingkatkan melalui mekanisme kimiawi, humoral, dan saraf.
- Mekanisme Kimiawi (garam empedu)
Setiap bahan yg meningkatkan sekresi empedu oleh hati disebut koleretik yg paling kuat adalah garam empedu itu sendiri. Diantarawaktu makan empedu dikosongkan dari kantung empedu tetapi selama makan empedu dikosongkan dari kantung empedu untuk dialirkan keduodenum. Sewaktu kantung empedu berkontraksi setelah berpartisipasi dalam penyerapan dan pencernaan lemak, garam2 empedu diabsorpsikan dan dikembalikan oleh sirkulasi enterohepatik ke hati. Dengan demikian, selama makam sewaktu garam empedu dibutuhkan dan sedang dipakai, sekresi empedu oleh hati dipacu.
- Mekanisme Humoral )sekretin)
Mekanisme sekresi NaHCO3 encer oleh pancreas, sekretin juga merangsang sekresi empedu alkalis encer oleh duktus hati tanpa disertai peningkatan garam empedu.
- Mekanisme saraf (saraf vagus cranial ke-10)
Stimulus thd sarf vagus hati hanya sedikit berperan meningkatkan sekresi empedu selama fase sefalik pencernaan. Mekanisme saraf meningkatkan aliran empedu hati sebelum makanan mencapai lambung usus.
2. Metabolisme Karbohidrat]
- Glikolisis : Pembentukan glukosa menjadi glikogen
- Glikogenolisis : Pembentukan glikogen menjadi glukosa
- Glukoneogenesis : Pembentukan glukosa bukan dari karbohidrat, tetapi dari protein dan lemak.
3. Metabolisme Protein
Beberapa asam amino diubah menjadi glukosa. Asam amino yg tdak dibutuhkan menjadi urea yang dikeluarkan dari sel hati kdalam darah dan disekresikan oleh ginjal.
4. Metabolisme Lemak
Lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol selain itu asam lemak dibawa menuju hati dalam darah porta dari usus dan diubah menjadi jenis partiekel2 kecil yg dapat digunakan dalam proses metabolic.
5. Detoksfikasi
Hepar memecah hormone steroid dan berbagai obat, hasil pemecahannya disekresikan oleh ginjal.
6. Sintesis
- Kolesterol dan steroid
- Protein plasma = fibrinogen, protombin globulin
7. Penyimpanan Lemak
- Glikogen -Lemak - Vit A, D, K dan B12 - Zat besi
Hati disuplay oleh dua pembuluh darah
1. Arteri hepatica
Membawa darah yg kaya oksigen dan merupakan cabang dari arteri kuliaka
2. Vena porta hepatika
Yang berasal dari lambung dan usus yg kaya akan nutrisi (asam amino, monosakarida, vitamin yg larut dalam air dan mineral)
Mekanisme sirkulasi darah di hati
Darah dari cabang vena porta dan arteri hepatica lewat melalui ruangan diantara sel yg disebut sinusoid. sel2 itu mengambil zat hara dan mengubah zat racun menjadi zat yng tidak berbahaya. SEl darah lama dan bakteri diambil oleh sel kuffer, dan dibawa kevena pusat (sentral). Empedu, dan bermuara dikantung empedu. Apabila tubuh mebutuhkan lebih banyak energi, hati mengubah simpanan glikogen menjadi glukosa yang mengirimkan kedalam darah.
Subscribe to:
Posts (Atom)